Thursday, August 17, 2017

Sudahkah Diri Ini Merdeka?


Assalamu'alaikum

Hmmm... tak terasa sudah 72 tahun Indonesia merdeka, tepat pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya hampir semua penjuru lapangan dipenuhi barisan peserta upacara, setelah itu disambut dengan gantungan kerupuk lima ratusan, sendok beserta kelereng dan pohon pinang menjulang tinggi dengan televisi dan kompor diatasnya. Semarak hiasan lampu-lampu, bendera merah putih berjajar di sepanjang jalan tak ingin melewatkan diri untuk menyemarakan kemerdekaan.

Bukan mau menjadi seorang pakar tentang kemerdekaan dan berkoar-koar tentang bagaimana seharusnya Indonesia merdeka. Bukan kok, simpel aja, cuman mau bertanya pada diri sendiri, menilai apakah aku sudah merdeka atau belum? Karena masih banyak pertanyaan di kepalaku, yang hingga saat ini aku masih berdalih untuk jujur dengan jawabannya.

Sudahkah merdeka dari kebodohan, dengan membaca setidaknya satu buku saja dalam satu minggu?
Ah.... rasanya kok begitu sulit untuk membaca buku dibandingkan berlama-lama mantengin timeline instagram atau ikut debat kusir di lapak orang lain dan merasa paling pintar setelahnya.
Coba tanyakan kembali rev, sudahkan diri ini merdeka?

Sudahkan diri ini merdeka dari enggan bersosialisasi. Malas menyapa tetangga sebelah, karena mereka punya mobil baru. Atau malas menanyakan arah jalan kepada orang sekitar karena sudah percaya diri mengandalkan gadget yang lebih pintar dengan aplikasi google maps dan waze nya.
Atau malas menyapa orang lain yang duduk bersampingan di kereta, lalu sibuk mencari gadget untuk membulak-balik scroll timeline instagram, dan hal-hal lain yang sebelumnya sudah dilihat berulang kali dengan dalih menghindari percakapan.
Coba tanyakan kembali rev, sudahkan diri ini merdeka?

Sudahkah diri ini merdeka dari rasa acuh tak acuh dan kurangnya kepedulian terhadap sesama? Masih ingat berita kelaparan di berbagai daerah, kekurangan air, serta perang yang terus tersulut di bagian timur tengah, Palestina tercinta. Sudah kita merdeka dari rasa ketidakpedulian? ataukah hanya cukup mendoakan dalam hati, ataukah hanya cukup dengan menebarkan double tap pada foto instagram, dan berbagi jempol di facebook? lalu setelahnya kita merasa menjadi sosok paling peduli terhadap sesama.

Masih acuh ketika melihat pembullyan di depan mata, dengan dasar mencari aman akhirnya hanya bungkam sambil pergi melengos, dan esoknya layar kaca marak dipenuhi pemberitaan percobaan bunuh diri remaja hanya karena di bully oleh temannya.
Coba tanyakan kembali rev, sudahkan diri ini merdeka?

Sudahkan diri ini merdeka dari kemalasan. Bangun tidur dipagi hari sambil mendengus kesal, karena hari senin sehingga harus masuk sekolah, masuk kuliah, atau masuk kerja. Bukannya mengucap syukur karena masih banyak orang lain yang ingin menduduki posisi ini, atau hanya sekedar bersyukur karena masih Tuhan berikan waktu untuk bertaubat dan berbuat baik.
Coba tanyakan kembali rev, sudahkan diri ini merdeka?

Sudahkan diri ini merdeka dari merasa menjadi suku terbaik. Sehingga orang Jawa masih melarang pernikahan anak lelakinya dengan gadis yang berasal dari suku sunda.
Coba tanyakan kembali rev, sudahkan diri ini merdeka?

Sudahkan diri ini merdeka dari pola hidup tak sehat. Ketika lebih memilih memakan cimol, mecin, cireng, dan segala tambahan penyedap rasa serta pewarna makanan dibanding memilih sayur dan buah di pasar tradisional. Ketika memilih duduk dan berjam-jam menonton ratusan episode Game Of Thrones atau drama korea daripada sekedar meluangkan waktu 15-30 menit berlari-lari kecil mengitari kompleks.
Coba tanyakan kembali rev, sudahkan diri ini merdeka?

Semua pertanyaan ini merupakan renungan yang khususnya ditujukkan buatku sendiri, untuk menanyakan apakah aku sudah merdeka? Karena nyatanya walaupun Indonesia sudah 72 tahun merdeka, dan aku hanya andil dalam 22 tahun didalamnya, sepertinya aku belum merdeka. Karena masih sering diperbudak oleh kemalasan, kebodohan, diperbudak gadget, diperbudak kebiasaan buruk dan masih banyak lagi.

Purwokerto
17-8-17
Tanggal cantik nih, gak ada yang mau ngajak aku ke pelaminan main gitu?

Ya Allah, Ya Gusti. Berkahilah kami semua dengan rahmat dan hidayah-Mu, hingga akhirnya kelak kami seluruh rakyat Indonesia yang beriman kepada-Mu merdeka dari semua dosa dan merdeka dari panasnya api neraka-Mu.

19 comments:

  1. semuanya, setengah setengah deh mas ni merdeka. kadang masih terjajah dengan kemalasan. heheheh. kalau mbak ud merdeka semua? :)

    ReplyDelete
  2. nah , malas itu yang sering melanda ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak tira, kita harus semangat lawan rasa malas

      Delete
  3. Buang jauh sifat malas. Merdeka....

    ReplyDelete
  4. Kalo semua pertanyaan di atas ditujukan buatku, berarti saya baru setengah merdeka... soalnya masih suka gak tahan kalo lihat gorengan! Hihiii 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk mbak semangat mengurangi gorengan :'(

      Delete
  5. Aamiin.. Susah ya sebenarnya mau ngaku sudah merdeka.
    Nice sharing :)

    ReplyDelete
  6. saya belum merdeka dari gorengan mbak he he...tp sekarang berupaya membatasi diri...MERDEKA !!

    ReplyDelete
    Replies
    1. 2 hari setelah postingan ini, saya juga terjajah gorengan lagi huhuhu. Seenggaknya udah mencoba mengurangi yes mbak :D tengkiu udah mampir mba prana

      Delete
  7. Alhamdulillah mbak Revi saya sudah merdeka ...

    merdeka dari Ke Jomloan wkwkwkw
    salam kenal mbak revi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, doakan saya segera menyusul wkwkkw
      nggih salam kenal juga

      Delete
  8. Nah kalau pola hidup sehat nih yang masih PR banget. Huft. Thanks for sharing mba 😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, why is it so hard ya mbak? huhuhu sama sama mbak
      thanks juga udah mampir

      Delete
  9. Saya sudah merdeka dan tidak merdeka lalu merdeka lagi dst. banyak yang harus dimerdekakan :D

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...