Tuesday, May 31, 2016

#BahagiadiRumah Versi Anak Rantau


Assalamualaikum.

Setiap orang ingin pergi mengitari dunia, mendatangi tempat-tempat baru, bertemu dengan orang-orang hebat dan mencari pengalaman sabanyak mungkin. Itulah yang terjadi pada diriku, pergi mengejar mimpi sembari mencari kenalan dan saudara baru. Sekip keliling dunia, karena muter-muter negara orang masih berakhir jadi bunga tidur di tiap malam saja. Saat ini merantau ke kota kecil Purwokerto dulu buat mencari ilmu.

Terkadang ketika merasa sibuk dengan segala lika-liku urusan di perantauan entah itu terasa bahagia ataupun sedih, ada hal kecil yang sangat membuat hati rindu untuk kembali ke rumah. Bukan sebuah hal besar loh, tapi perintil-perintil kecil yang bikin mewek tiap malem karena pengen segera ketemu sama libur semester, pengen segera pulang ke rumah dan berakhir di pelukan mama papa.


Adalah rumah, sebuah bangunan mungil bercatkan hijau toska, tempat aku dibesarkan dengan penuh cinta dan kasih oleh dua orang malaikat yang senantiasa dipenuhi kesabaran dalam membesarkanku. Anak mama yang paling gak bisa jauh dari rumah, kini harus pergi merantau. Makan saja harus nyari sendiri, apalagi kalo pagi-pagi berasa banget kangen sama rumahnya. Kangen sama nasi goreng, telor ceplok plus kecap manis, kerupuk, juga susu segelas.

Sederhana, nasi goreng pun bukan nasi goreng ala-ala restoran yang spesial penuh dengan sosis, baso, telur, dan berbagai bahan tambahan lain. Hanya nasi goreng biasa yang dicampurkan dengan kecap, tapi tak pernah gagal membuatku merindukannya di setiap ayam berkokok di pagi hari. Kalo beruntung, ada telor ceplok atau mata sapi dan telur dadar pilihan adekku.

Kalo di rumah juga ada alarm ampuh alias teriakan mama. Cung deh siapa yang mencet snooze ketika alarm subuh berbunyi? Jujur aja deh, jangan bohong, pasti tuh jari iseng banget mencet tombol snooze sambil membatin "5 menit lagi aja", dan akhirnya berakhir dengan setengah jam.

Kalo kalian iya, aku pun sama. Aku termasuk makhluk yang demen banget mijit tombol snooze kalo di kosan. Tapi kalo di rumah, nggak usah tuh masang alarm segala, apalagi alarmnya tiap 10 menit, budeg-budeg deh gara-gara keseringan denger bunyi alarm. Kalo dirumah, teriakan mama udah cukup membantuku untuk bangun, entah untuk apapun alasannya, dalam sekejap mama bisa membantuku untuk bangun.

Walaupun kenyataannya ketika di rumah ngomel mencucu sambil menggerutu kesal ketika dibangunin mama, saat di kosan hal itu amat sangat dirindukan. Camkan ya, banyak hal yang mama lakukan dan itu sering buat kita bete ketika dirumah dan akhirnya berakhir dengan adu mulut barang 5-10 menit, itu semua akan sangat dirindukan ketika berada di perantauan.

Satu hal lagi, jangan pernah tanyakan perasaan anak rantau  ketika sakit, duh rasanya tuh yah udah kepingin ada pintu doraemon di kosan. Pengen banget dimasakin mama, diurusin sama mama, berobat juga ada mama atau papa yang nemenin, maaf kalo manja. Tapi siapa lagi yang mengurusi kita dengan penuh kasih selain mama-papa di rumah? Kalo sakitnya dirumah tuh, seenggaknya masih bahagia, nah di kosan sakit? udah gitu sendirian? duh melasi banget deh, bawaannya cuman pasrah sambil meringkik kesakitan ditemani air mata kesedihan karena ingin pulang ke rumah.

Aku juga punya hobi masak, jadi tiap di rumah kerjaanku masak melulu. Kadang ngabisin uang jajan cuman buat uji coba suatu resep, seringnya sih berakhir gagal dibandingkan berhasilnya. Well, kegagalan adalah awal keberhasilan bukan, itu yang sering aku lontarkan setiap masakanku gosong, atau roti dan kue yang aku buat terlalu bantet dan keras. Apalagi dengan mama yang juga suka masak, kita jadi sering masak bareng, ditemani dengan berbagai resep yang disediakan tabloid Nova.

Khususnya ketika bulan Ramadhan tiba. Biasanya mama udah berburu majalah Nova untuk mempersiapkan resep sahur dan berbuka puasa. Aku? ngikut masaknya aja deh sambil icip-icip hehehehe.....

Tak terasa selama 28 tahun tabloid Nova menemani, bahkan sudah ada sebelum aku lahir. Kalo manusia mungkin sudah menikah dan punya anak ya? time flies so fast. Selamat Ulang Tahun Tabloid Nova, Happy Novaversary semoga selalu menjadi yang terbaik dan semakin baik kedepannya, dan tentunya  tetap menyediakan info-info penting bagi para Ibu Indonesia. Buat aku sih, khususnya di bagian resep, karena disadari atau tidak dari berbagai resep yang aku coba bersama mama, itu semakin membuat aku dan mama semakin dekat dan semakin bahagia bila di rumah, terimakasih tabloid Nova, once again Happy Novaversary.

Akhirnya, sejauh apapun anak rantau pergi, tetap saja rumah selalu memanggilnya untuk kembali. Karena sebagai manusia, kita memang selalu kembali mencari kebahagiaan. Sehingga ketika kebahagiaan pertama kali terbentuk, itu akan meninggalkan cetak biru di otak agar suatu saat ketika kita merindukan kebahagiaan itu, dia akan memandumu untuk mencapainya. You'll always find a way back home.

Buat aku sendiri, cetak biru itu terbentuk di rumah. Entah cinta sebesar apa yang mama papa curahkan kepadaku hingga cetak biru itu selalu menarikku untuk pulang, sebahagia apapun aku di tempat perantauan, selalu ada masa ketika aku mencari kebahagiaan pertamaku.

Mungkin ibarat cinta pertama, ia tak akan pernah terlupa. Cinta pertamaku ada bersama papa dan mama di rumah, disitu mula kebahagiaan tercipta, di tempat yang aku sebut rumah.

Sejauh apapun aku pergi, sebahagia apapun aku di luar sana. Kebahagiaan di rumah tak akan pernah tergantikan. Karena disana cetak biru kebahagiaanku pertama kali terbentuk.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Competition #BahagiadiRumah NOVAVERSARY
http://default.tabloidnova.com/anniversary28/index

4 comments:

  1. baca ini jadi makin kangen rumah :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang ya mak, rumah tuh muaranya rasa kangen.

      Delete
  2. kren artikelnya ! mencoba berbagi !
    http://iwansmtri.blogspot.co.id/2016/05/bahagiadirumah-ala-guru-matematika.html
    lam kenal !

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...