Wednesday, April 1, 2015

Terima kasih Olga Syahputra

Gambar diambil dari sini
Bukan ingin menjadi sosok seperti Farhat Abbas yang jahat dan menyebalkan di sepanjang masa dan seluruh penjuru dunia, karena aku berterima kasih atas kematian alm. Olga Syahputra. Karena, setelah aku pikirkan hal ini, berterima kasih adalah ungkapan yang akhirnya aku bisa simpulkan dari hatiku dan aku utarakan untuk Olga. Mungkin semua orang mengungapkan bela sungkawa nya, jelas aku pun berbela sungkawa.



Tapi mau apa lagi, takdir Allah yang berbicara disini. Toh kita sudah tidak bisa menghidupkan Olga kembali bukan? Kita juga tidak bisa mengembalikan waktu dimana seharusnya para sahabat artis bisa menemuinya di Singapura jika memang kejadiannya akan seperti ini, sehingga tahun lalu merupakan terakhir kalinya sahabat sahabat Olga bisa bertemu dengannya. Siapa yang tahu bahwa Allah memanggil Olga di dekade ke tiga nya, dimana orang lain di usia yang sama sedang mengejar mimpinya, sedang bersama orang terkasih dan melakukan hal luar biasa lainnya.

Baca Juga: 4 Cara Mengenali Stroke dengan FAST Test

Oh ya, berterima kasih kepada Olga karena apa? Karena atas meninggalnya Olga aku berharap akan menjadi pemikiran yang baik untuk warga Indonesia yang rata-rata hanya berpendidikan akhir SMA sehingga masih awam perihal kesehatan. Masyarakat yang selalu menganggap pengobatan-pengobatan tradisional yang belum teruji itu manjur, tokcer, dan ingat slogan mereka yang yakin bahwa pengobatannya itu ampuh efektif 100% dan TANPA efek samping.

Jelas aku bukan tidak setuju terhadap pengobatan tradisional, bagiku selama pengobatan tersebut sudah teruji maka baru aku mengakuinya. Contohnya adalah obat-obatan jamu yang sudah beredar di masyarakat (di kemasan tertulis tulisan jamu dan gambar tanaman). Itu jelas sudah menunjukkan bahwa obat tersebut sudah aman dan layak konsumsi, karena sudah dilakukan percobaan sebelumnya.

Seperti obat-obatan yang diberikan oleh dokter yang merupakan hasil keringat kerja keras para peneliti dalam melakukan penelitian tentang efek keamanan, efektivitas dari zat yang terkandung dalam obat tersebut. Tidak kurang kurang, penelitian tersebut terkadang harus melewati waktu yang cukup panjang hingga bertahun tahun. Walaupun begitu, tetap kan masih memiliki efek samping yang kita hindari.

Gambar diambil dari sini
Jadi, bagaimana bisa pengobatan pengobatan tradisional yang belum teruji dan terbukti efektivitas dan keamanannya bisa beredaran dimana mana bahkan iklannya juga muncul di manapun mata memandang. Tolong garis bawahi, yang dimaksudkan disini adalah pengobatan tradisional yang belum teruji dan terbukti efektivitas dan keamanannya.

Ketika penyakit seperti olga yang seharusnya tidak terlalu sulit ditangani oleh dokter di Rumah sakit, jika dia berobat dari awal penyakitnya, daripada, maaf, berobat dengan cara yang hmmm... belum di uji dalam sebuah penelitian. Bagiku itu tidak rasional, dan sungguh hatiku sesak jika mengingatnya, mengingat bagaimana mudahnya pengobatan tersebut apabila mengikuti jalur yang benar, bagaimana aku belajar tentang penyakit itu, dan dosen di kampusku benar-benar semangat menjelaskan agar kita semua bisa menjadi dokter yang kelak dapat menangani penyakit tersebut.

Semoga sekarang setelah kejadian ini, akan menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia agar lebih cerdas dalam memilih cara untuk meningkatkan mutu kesehatannya tubuhnya. Agar lebih rasional dalam memilih cara pengobatan. Agar tidak lagi terjadi seseorang yang seharusnya dapat diobati dengain cara yang benar, memilih jalan yang sekali lagi aku ulangi. Tidak Rasional.
Terimakasih Olga Syahputra, semoga dengan ini Rakyat Indonesia dapat belajar.

Purwokerto, 2 Aperil
Bukan korban pasca April Mop

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...