Sunday, March 15, 2015

Aku Kembali Jatuh Hati Padamu

Aku mencintaimu tak hanya seperti rumput memuja air
Aku bahkan mencintaimu seperti ilalang merindu angin
Merelakan segalanya untuk terbang
Aku mencintaimu tak hanya seperti bulan ingin berdampingan dengan bumi
Aku bahkan mencintaimu seperti dunia mengikuti titah gravitasi
Menjatuhkanku pada rasa yang sama
Bahkan aku masih mencintai jatuh hati ini
Hingga saat ini
Satu bait syair di atas mungkin yang hanya bisa ku tulis saat ini. Sambil mengamati kertas satu demi satu terjatuh, aku enggan mengangkat jemariku dari tuts keyboard. Jarum di jilbabku agak menusuk ke dalam lapisan tipis leher. Ternyata hanya kugeser dengan lengan atasku, jarum itu semakin menusuk ke dalam. Sakit? Jelas sakit walaupun tak sesakit ibu yang melahirkanku 20 tahun yang lalu. Tapi ini jelas sakit, seperti aku yang mencintai kesakitan ini, aku pun mencintaimu, dan kembali jatuh hati padamu.

Terbesit impian untuk menjadi cinderella dan mendapatkan pangeran tampan nan sempurna, kurasa impian tersebut tidaklah muluk muluk untukku. Sebab mencari pangeran bagiku ternyata tak harus mengikuti sebuah pesta dansa, tak harus memiliki ibu tiri, tak perlu mencari ke istana, bahkan aku tak perlu ibu peri untuk membuat kereta labu, gaun indah serta sepatu kaca. Aku hanya harus terpaut dengan bola matamu, dan menyimpan derakan hati ini hingga cinta ini akhirnya menepuk dan mempertemukan kelima jemariku. Aku mendengar bisik hati yang tak pernah ku ingkari, mengalun bergantian merdu, melagukan indah namamu. Aku hanya bisa tersipu mendengarkan lantunan bait jemari cantik Christoffer Nelwan dan pipiku seketika merona.

Kau tahu cinta yang tulus itu apa? Cinta Tuhan pada makhluknya, cinta ibu pada anaknya, dan terakhir cintaku padamu.


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...