Thursday, February 6, 2014

Review Film: Catching Fire

Happy Hunger Gamer, and May the Odds be Ever in Your Favor

Gambar diambil dari sini
Huaaaaaaaa, ini film kesayangan saya dan paling di tunggu di tahun 2013. Film yang diputar pada tanggal 22 November 2013 di bioskop Amerika ini ternyata sudah bisa dinikmati esok harinya di Indonesia loh. Tapi sayang, saya nggak bisa nonton saat itu. Soalnya lagi minggu ujian blok, hiks...hiks...Sedih bingiiiit tiap liat trailernya yang selalu saya putar setiap malam, soalnya udah gereget banget pengen cepet-cepet nonton. Apalagi dengan adanya trailer di bulan Maret dan di bulan Novembernya, film mana coba yang trailernya dibuat 2? makin bikin kesengsem buat nonton kaaan?

Jeng jeeeeeng akhirnya setelah minggu ujian usai, saya bisa nonton walaupun cuman sendiri soalnya temen kos saya yang lain nonton 99 Cahaya di Langit Eropa. Yang jelas bikin kesengsem khususnya buat saya itu gara-gara udah gak sabar banget pengen liat sosok Peeta Mellark (The boy with a bread) yang diperanin sama Josh Hutcherson.

Gambar diambil dari sini

Seperti yang kita tahu film Catching Fire ini merupakan film kedua dari trilogi Hunger Games karya Suzanne Collin. Dan ada pergantian direktor filmnya dari Gary Ross yang diganti oleh Francis Lawrence. Mungkin karena film yang pertama menurut saya agak mengecewakan kali ya.

Gambar diambil dari sini
Cerita di Catching fire ini melanjutkan insiden yang terjadi di Hunger Games. Dimulai dari Victory Tour para pemenang Hunger Games yaitu Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) dan Peeta Mellark (Josh Hutcherson) dengan mengunjungi seluruh distrik mulai dari distrik 11 sampai distrik 1 dan berujung di Capitol. Nah, gara-gara mereka jadi pemenang di Hunger Games ke 74 dengan mencoba menggertak Capitol dengan beberapa bulir buah berry beracun*nightlock* otomatis dong mereka sangat popular di masyarakat Panem. Tapi dibalik kepopuleran mereka, baik Katniss maupun Peeta diliputi rasa trauma yang sangat dalam atas kematian yang terjadi selama Hunger Games yang lalu berlangsung.

Dan di saat yang bersamaan gertakan Katniss saat mencoba mati bersama dengan Peeta dengan memakan buah berry sehingga akhirnya keduanya dinyatakan sebagai pemenang Hunger Games yang biasanya hanya boleh 1 orang yang menang, ternyata memberikan harapan bagi banyak masyarakat Panem untuk sama-sama bergerak membuat perlawanan kepada Capitol agar terjadi revolusi atas ketidakadilan yang terjadi selama ini di setiap District.

Gambar diambil dari sini
Hingga akhirnya President Snow (Donald Sutherland) memikirkan cara untuk menyingkirkan Katniss yang dianggap sebagai sebuah harapan atau sebuah ide untuk revolusi. Yap, seorang mockingjay.
Dan cara tersebut adalah memasukan kembali Katniss kedalam Hunger Games ditahun 75 yang biasa diperingati sebagai Quarter Qwell. Di Quarter Qwell ini pesertanya dipilih dari para pemenang Hunger Games yang masih hidup mulai dari tahun pertama. Gimana gak seru coba, semua para pemenang kini harus masuk lagi ke arena dan berusaha untuk survive untuk kedua kalinya, dan tentunya lawan yang dihadapi kali ini bukan lawan yang amatiran. Katniss dan Peeta harus kembali lagi masuk ke arena dan bersama-sama berjuang hingga akhir suara dentuman, Katniss menyadari bahwa kali ini mereka tidak bisa lagi selamat dengan membodohi Capitol. Hanya satu yang dapat bertahan hidup.

Menurut saya, Catching Fire dengan direktor yang baru ini mampu bercerita dengan jauh lebih emosional, latar dan efeknya jauh lebih keren, dan kisah cinta serta humor yang jauh lebih menarik. Kisah cinta Katniss dan Peeta pun semakin melengkapi ketegangan saat mereka berada di arena. Gak salah juga nih kalo serial Hunger Games ini dianggap sebagai pengganti posisi seri film The Twilight Saga.p.s saya suka banget sama dress yang dipakai Katniss yang katanya yang design itu orang Indonesia loh.

Dan paling terpenting Francis Lawrence bisa memberikan ruang yang cukup bagi penonton untuk mencerna kisah di seri sebelumnya. Walaupun diakhir film penonton harus siap sekaligus rela menerima kenyataan jika film ini harus berakhir gantung dan untuk melanjutkan kisahnya harus nunggu tahun depan. hiks

HOPE IS STRONGER THAN FEAR

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...