Saturday, February 22, 2014

Think Positive: Maaf, Mang Tahu Bulat

Pasti kenal kan sama nasihat ini "Just say no to Negative Thinking, and just Think Positive" 

Hmmm..... kalo boleh dibilang super power, Ini bisa jadi salah satu super power yang selalu aku usahakan untuk aku miliki. Aku selalu berusaha menerapkan nasihat itu di kehidupanku sehari hari. Karena aku gak mau aja menuhin pikiranku sama pikiran-pikiran negatif terhadap orang lain, ya... gak mau ambil pusing cape-cape mikirin buruknya orang lain. Make it simple, just think positive.

Tapi sebagai manusia biasa dan kayaknya be positive bukanlah super power yang beneran aku punya, akhirnya aku kecolongan buat berpikiran negatif sama orang lain.

Karena ternyata berpikiran positif tak bisa semudah itu diterapkan pada setiap orang yang kita temui. contohnya nih, maaf ya.. misalnya liat pengemis yang masih muda dan terlihat sehat, terkadang terbesit aja pikiran negatif waktu kasih uang ke mereka, ataupun juga pengamen. Ada aja pikiran kaya gini  "masih muda, bukannya berkarya malah minta-minta." walaupun pikiran itu langsung ku buang jauh-jauh seketika pikiran itu muncul ke permukaan.

Tapi apa jadinya kalo negative thinking gara-gara ngikutin orang lain? *eh gimana nih maksudnya?

Gini nih, kemarin aku naik bus Purwokerto-Bandung dan seperti biasa saat bus berhenti di tempat istirahat ada penjual asongan yang masuk dan menjajakan dagangannya. Kebetulan juga nih, cacing diperutku belum dikasih makan sejak 7 jam yang lalu. hehe

"Mijon... mijon... akua...akua, yang haus yang haus, tahu bulat, tahu bulat. Tahu bulat lima rebu, dua."
"Mang, tahu bulat satu." pesan seorang ibu, 2 kursi dibelakangku.
"wah bu, tahu bulat mah lima ribu, dua."
"Ih, ari si amang biasa juga 2 dua ribu mang."
"punten, lima ribu dua bu. Dua ribu setengahan (Rp.2500)."
"Aih, amang... dua ribu bisa ya?" Si ibu terdengar masih ngotot.
"Punten pisan bu, lima ribu dua."
"Ya udah gak jadi we lah mang, biasa dua ribuan juga." Terdengar kesal, ibu itu sepertinya langsung mengembalikan bungkusan tahu bulat yang sudah diambilnya tadi.

Hmmm, ini dia tipikal emak-emak. Selisih lima ratus rupiah aja bisa sampe debat tingkat kabupaten, hehe... walaupun begitu, menurutku itu tipe ibu yang baik, jadi bisa irit uang bulanan. Tapi, masa gara-gara doktrin 'jadi ibu harus irit' aku merelakan perutku yang meronta-ronta ini dan seketika menjadi seorang ibu yang selalu aku bayangkan itu.
Tapiiiiiiii..... Tahu bulaaaat loooooh, tahuuu bulaaat... emmmmm kayaknya enak bangeeeet.
Ugh, gimana dooong? dilemaaaa niiih. Aku pengen banget beli tahu bulat.

Tiba-tiba setan membisikanku sesuatu. *Loh, kok jadi bawa-bawa setan sih, hahaha*

"Si ibu yang menolak itu ada benernya juga looh. Masa tahu bulat yang biasanya isi 4 dijual dua ribu rupiah, sekarang malah dijual dua ribu lima ratus, kan satu tahu bulat itu harganya lima ratus. Mentang-mentang udah tengah malem apa ya?" pikiran kotor mulai merambah otakku.

Jahat banget nih amang, kebiasaan deh kalo di bis malam pasti aja bodoh-bodohin penumpang, karena penumpang pasti gak ada pilihan lain selain terpaksa membeli barang dagangannya yang dinaikkan dari harga di luar. Air mineral aja bisa loh sampe dijual Rp. 4000-5000, padahal diluar Rp. 2500 Ugh!!!
Sembari menuggu amang tukang asongan melewati kursiku dan menawarkan jajanannya, akhirnya dengan secepat kilat aku berkata TIDAK.
Sabar ya perutku, *usap-usap perut*

Eh eh.... ternyata oh ternyata pemirsaaaah
Tukang asongan tersebut tua nan renta, kutaksir umurnya sekitar 70an, dan ketika tukang asongan itu beranjak keluar dari bis tanpa mendapatkan uang sepeser pun, kulihat tahu bulat bungkusan yang dijajakan itu berisi 5 buah, bukan 4 buah.

Malunya aku..... harus aku panggil dengan segera! Tapi apalah daya, semua terlambat. Kakinya telah menginjak aspal dingin di malam hari.
Perutku masih lapar
Amang tukang asongan belum bisa menjemput rezeki, ah bukan amang tukang asongan, tapi kakek tukang asongan yang tak kuberikan kesempatan untuk hanya sekedar menunjukkan barang dagangannya agar kubeli.

Seketika aku merenungi tindakan yang sudah aku lakukan barusan.
Sebuah pikiran buruk terhadap orang lain bisa merugikan, mungkin bagi sebagian orang uang lima ribu bukanlah apa-apa. Tapi bagi kakek tersebut, tahu bulat yang dibeli oleh penumpang merupakan rezekinya untuk makan hari esok. Dan aku, aku malah berpikiran buruk tanpa mau dulu melihat. Ini jadi sebuah pelajaran bagiku, agar jangan berpikiran buruk terhadap orang lain, waspada boleh. Tapi itu dia, ada baiknya kita cek terlebih dahulu jangan langsung negative thinking.

Hingga aku turun dari bus, wajah kakek tersebut masih terbayang. Bahkan hingga hari ini, masih kupikirkan. Semoga beliau selalu disehatkan, dagangannya laris, dan selalu dipermudah segala urusannya oleh Allah. Maaf kakek.

Negative thinkers are toxic! Gambar diambil dari sini

Karena gak sempet ambil gambar, kira-kira perawakan kakek tersebut macam ini lah. Gambar Diambl dari sini

Tuesday, February 11, 2014

Kampung Fiksi: Wadah si Pecandu Fiksi

Tak terasa 3 tahun sudah Kampung Fiksi menemani para pecandu fiksi di nusantara.
Oh ya, apa itu Kampung Fiksi?
Sesuai dengan namanya, Kampung Fiksi ini merupakan tempat angkringan para pengumpul imajinasi dan mengukirnya dalam sebuah karya. Ada banyak tips yang disediakan untuk menunjang para penulis supaya dapat menulis karya fiksi dengan lebih baik.
Karena sejak kecil saya merupakan pecinta semua yang berbau fiksi, novel fiksi, film fiksi, saya menjadi pembaca setia Kampung Fiksi sejak 2 tahun kemarin. Mungkin karena saya terlalu sering berimajinasi dan telah mengkonsumsi fiksi bahkan sebelum masuk sekolah dasar. Karena saya sangat menikmati imajinasi, semakin sesuatu hal tak masuk akal, semakin saya suka.

Memasuki usia 7 tahun, saya mulai suka menulis. Tapi ya, belum jelas nulis apaan, masih ngalor-ngidul. Kisah yang selalu saya tuliskan seringnya berupa kisah fiksi juga. Tapi ya hasilnya begitu, ngacoooo banget. Gak pernah ada yang bimbing. Sampai akhirnya saya temukan KF atau Kampung Fiksi, sebuah gerbang menuju perbaikan karya curahan imajinasi bagi diri saya *duileeeh... 

Semua tips yang mudah dicerna tersebut dapat dengan mudah dinikmati baik di website Kampung Fiksi, twitternya, ataupun fanpage KF. Semua hal dibahas, mulai dari tips dan trik agar tulisan menjadi lebih hidup dan lebih menarik, penggambaran latar agar tidak berbelit-belit, penokohannya dan banyak tips lain yang selalu di update. Sehingga kita nggak cuman mengarang bebas sekarepe dewek, tapi karangan tersebut bisa dikemas dan disajikan dengan lebih menarik dan memikat para pembaca.

Mungkin setiap member Kampung Fiksi bisa bosan juga ya, kalo hanya menikmati tips yang bejibun tapi gak ada aksi nyatanya. Itu sebabnya, selain menyediakan berbagai tips dan teknik menulis fiksi, Kampung Fiksi juga mengadakan proyek menulis yang dilakukan secara intensif dan holistik. Jadi kita dapat belajar secara langsung dengan fokus. Selain itu KF juga menyediakan editing bagi kamu yang bermimpi jadi seorang penulis novel, kaya J.K Rowling misalnya. hehe, sehingga kegiatan dari Kampung Fiksi ini dapat dirasakan nyata bagi para calon novelis.

Yang paling menarik, Kampung Fiksi yang bekerjasama dengan Smartfren, Mizan, Stiletto Book, Bentang Pustaka dan Lovable ini selalu mengadakan kuis yang hadiahnya selalu saja fantastis dan menggiurkan. Kali ini saja gak tanggung-tanggung Smartfren Andromax jadi salah satu hadiahnya. Sejak dulu saya selalu ingin mengikuti kuisnya tapi tidak pernah ada ide. So, bisa dibilang ini adalah lomba pertama yang saya ikuti.

Jadi bagi kalian diluar sana yang mencari-cari arah untuk memperbaiki karyanya dalam menulis fiksi caranya gampaaang banget.
Ketik REG spasi KF kirim ke 6288
Eh becanda, hehe bukan begitu caranya.

Tinggal kasih jempol di Fanpage Kampung Fiksi, follow kicauannnya di twitter @KampungFiksi atau telusuri saja website Kampung Fiksi. Beneran gampang kaaan? Gratis pula. Tunggu Apa lagi?

p.s Mari ikut bergabung memeriahkan ulang tahun Kampung Fiksi yang ketiga.

Dahulu aku sangat suka menulis, namun semua berubah setelah tulisanku menyerang kepercayaan diriku. Hanya Kampung Fiksi yang mampu mengembalikannya. Namun saat aku membutuhkannya dia menghilang. Beberapa tahun kemudian aku dan Laptopku menemukan sebuah Kampung Fiksi yang baru. Sebuah sarana untuk memperbaiki ilmu menulis fiksi yang aku miliki. Namun aku masih membutuhkan banyak waktu untuk bisa menguasai semuanya. Tapi aku yakin, Kampung Fiksi dapat menyelamatkan mimpiku.



Monday, February 10, 2014

Tips Memasak Daging Agar Empuk

Gambar diambil dari sini
Ceritanya nih saya mau masak rendang, tapi biasanya rendang yang dibuat dari bahan dasar daging sapi atau kambing ini suka agak liat, keras dan sulit untuk dimakan. Kalaupun kepingin empuk biasanya masaknya agak lama, jadi boros gas deh. Nah buat ngakalin biar dagingnya empuk dan uenak ketika udah siap dihidangkan, saya punya beberapa tips yang sudah di uji coba di dapur. hehe, ini dia tips-nya semoga membantu.


  • Nih biasanya suka jadi kebiasaan para ibu di dapur, 'terlalu lama bersihin dan rendam daging pake air' ahihi... sebelumnya saya juga begitu sih. Celakanya kalo udah terlalu lama direndam dalam air nanti daging akan berwarna pucat dan hambar loh, selain itu ternyata terlalu lama merendam daging juga bisa buat daging jadi lebih keras.
  • Memukul mukul daging, serem juga ya. hehe... Coba pukul-pukulkan daging dengan alat pemukul daging yang bentuknya agak bergerigi. Ini cukup ampuh buat daging jadi empuk
  • Tips yang kedua. Jangan langsung merebus daging dengan air panas, coba rebus dahulu dengan air yang dingin (tapi gak usah sedingin es juga sih). Soalnya kalau langsung direbus dengan air panas, pori-pori daging akan langsung tertutup, nah loh kagak bisa kebuka lagi. Rebusnya sekitar 30 menit juga cukup.
  • Jangan potong daging mengikuti seratnya, tapi potong berlawanan dengan arah serat daging.
  • Ini dia tips jitu yang saya gunakan, lumurkan parutan buah nanas secukupnya di atas permukaan daging sebelum dagingnya direbus. Oh ya, kalo gak ada buah nanas bisa pakai daun pepaya. Caranya dengan membalut daging dengan daun pepaya dan dibiarkan kurang lebih sekitar 30 menit saja, jangan terlalu lama.

Friday, February 7, 2014

Gotta Love Pare

Hari ini aku bangun kesiangan, jadi gak sempet bantu nengmok masak di dapur. Sambil terseok-seok bangkit dari kasurku yang sangat posesif aku beranjak mendekati meja makan. Hampir lebih dari 12 jam perutku belum diisi. Di dapur masih terdengar suara wajan beradu dengan minyak panas, kulihat nengmok sedang menggoreng ikan bandeng.

"Teh, tuh ada oseng paria." (di sunda kami menyebut pare itu paria)
Ku tengok isi meja makan, ada tahu, sayur sop sisa kemarin, ikan bandeng yang sedang digoreng, dan oseng pare.

'Ugh, negmok masak lagi oseng pare' gerutuku. Biasanya aku sangat kesal, kalo di meja makan ada oseng pare, itu menandakan makanan lainnya pasti sudah terkontaminasi sama pare (padahal kenyataannya nggak juga sih, aku aja yang parno, entah kenapa setiap ada oseng pare rasanya semua makanan jadi terasa pahit). Oh ya, sebelumnya tahu buah/sayuran pare kan? Itu loh, bentuk buah yang panjang, kulit luarnya tidak rata, dan rasanya pahit gak ketulungan. kaya gini nih


Akhirnya aku berusaha mengungkapkan kekesalanku.

"Kok, masak paria si nengmok? pahit pan."
"Eh, paria teh obat teteh. Banyak pisan manfaatnya, sok geura di cobain."

Bibirku agak manyun, sambil masih mengembalikan nyawaku yang belum utuh karena masih mengantuk, rasa penasaranku muncul. 'Memang apa sih manfaat paria?'
Akhirnya aku coba gugling mengenai manfaat dari buah/sayur yang paling tidak aku sukai ini. Wuaah, ternyata Pare ini punya segudang manfaat yang luar biasa. Pantas saja Allah menciptakan pare ini dengan rasa yang tidak terlalu enak, mungkin karena banyak manfaat yang bisa didapat dari mengkonsumsi pare ini. Ibaratnya manfaat ini harus dibayar dengan rasa yang bisa dibilang cukup unik.

Rasa pahit dari pare sendiri itu berasal dari zat yang dinamakan kuinin, yang ternyata mampu mengobati malaria loh. Bahkan, di beberapa negara Asia seperti Jepang, Korea dan Cina, pare ini dikemas dalam kapsul sebagai obat herbal dan salah satunya dimanfaatkan untuk mengobati gangguan pencernaan, obat malaria, perangsang nafsu makan (gak baik buat ibu-ibu yang diet), dan menyembuhkan penyakit kuning. Selain kuinin, pare juga mengandung albuminoid, karbohidrat dan beta-karoten 2 kali lebih besar daripada brokoli, sehingga berpotensi mampu mencegah timbulnya kanker serta mengurangi risiko terkena serangan jantung dan infeksi virus.

Kini buah pare ini menjadi primadona bagi masyarakat jepang, karena masyarakatnya menganggap buah/sayuran pare ini sebagai makanan sehat dan dapat diolah dengan mudah menjadi sup, tempura atau asinan sayuran. Kalo di Cina pare biasanya diolah dengan sedemikian rupa hingga citarasa pahitnya hilang namun tetap tidak mengurangi segi kualitas dan manfaat dari pare itu sendiri.

Aiiiih, sayang banget kan buah pare yang sangat bermanfaat ini dibiarkan begitu aja di meja makan, tanpa ada yang menyentuhnya. Dengan terpaksa, hari ini aku mencicipi oseng pare yang terhidang di meja makan. 'Gotta love Pare' azamku dalam hati.
Walaupun, sebenarnya hanya sedikit pare yang dimakan, noh cuman yang dilingkarin dibawah doang. Tapi kan sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. hehehe, sekali lagi ah. 'Gotta Love Pare.'


Thursday, February 6, 2014

Review Film: Catching Fire

Happy Hunger Gamer, and May the Odds be Ever in Your Favor

Gambar diambil dari sini
Huaaaaaaaa, ini film kesayangan saya dan paling di tunggu di tahun 2013. Film yang diputar pada tanggal 22 November 2013 di bioskop Amerika ini ternyata sudah bisa dinikmati esok harinya di Indonesia loh. Tapi sayang, saya nggak bisa nonton saat itu. Soalnya lagi minggu ujian blok, hiks...hiks...Sedih bingiiiit tiap liat trailernya yang selalu saya putar setiap malam, soalnya udah gereget banget pengen cepet-cepet nonton. Apalagi dengan adanya trailer di bulan Maret dan di bulan Novembernya, film mana coba yang trailernya dibuat 2? makin bikin kesengsem buat nonton kaaan?

Jeng jeeeeeng akhirnya setelah minggu ujian usai, saya bisa nonton walaupun cuman sendiri soalnya temen kos saya yang lain nonton 99 Cahaya di Langit Eropa. Yang jelas bikin kesengsem khususnya buat saya itu gara-gara udah gak sabar banget pengen liat sosok Peeta Mellark (The boy with a bread) yang diperanin sama Josh Hutcherson.

Gambar diambil dari sini

Seperti yang kita tahu film Catching Fire ini merupakan film kedua dari trilogi Hunger Games karya Suzanne Collin. Dan ada pergantian direktor filmnya dari Gary Ross yang diganti oleh Francis Lawrence. Mungkin karena film yang pertama menurut saya agak mengecewakan kali ya.

Gambar diambil dari sini
Cerita di Catching fire ini melanjutkan insiden yang terjadi di Hunger Games. Dimulai dari Victory Tour para pemenang Hunger Games yaitu Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) dan Peeta Mellark (Josh Hutcherson) dengan mengunjungi seluruh distrik mulai dari distrik 11 sampai distrik 1 dan berujung di Capitol. Nah, gara-gara mereka jadi pemenang di Hunger Games ke 74 dengan mencoba menggertak Capitol dengan beberapa bulir buah berry beracun*nightlock* otomatis dong mereka sangat popular di masyarakat Panem. Tapi dibalik kepopuleran mereka, baik Katniss maupun Peeta diliputi rasa trauma yang sangat dalam atas kematian yang terjadi selama Hunger Games yang lalu berlangsung.

Dan di saat yang bersamaan gertakan Katniss saat mencoba mati bersama dengan Peeta dengan memakan buah berry sehingga akhirnya keduanya dinyatakan sebagai pemenang Hunger Games yang biasanya hanya boleh 1 orang yang menang, ternyata memberikan harapan bagi banyak masyarakat Panem untuk sama-sama bergerak membuat perlawanan kepada Capitol agar terjadi revolusi atas ketidakadilan yang terjadi selama ini di setiap District.

Gambar diambil dari sini
Hingga akhirnya President Snow (Donald Sutherland) memikirkan cara untuk menyingkirkan Katniss yang dianggap sebagai sebuah harapan atau sebuah ide untuk revolusi. Yap, seorang mockingjay.
Dan cara tersebut adalah memasukan kembali Katniss kedalam Hunger Games ditahun 75 yang biasa diperingati sebagai Quarter Qwell. Di Quarter Qwell ini pesertanya dipilih dari para pemenang Hunger Games yang masih hidup mulai dari tahun pertama. Gimana gak seru coba, semua para pemenang kini harus masuk lagi ke arena dan berusaha untuk survive untuk kedua kalinya, dan tentunya lawan yang dihadapi kali ini bukan lawan yang amatiran. Katniss dan Peeta harus kembali lagi masuk ke arena dan bersama-sama berjuang hingga akhir suara dentuman, Katniss menyadari bahwa kali ini mereka tidak bisa lagi selamat dengan membodohi Capitol. Hanya satu yang dapat bertahan hidup.

Menurut saya, Catching Fire dengan direktor yang baru ini mampu bercerita dengan jauh lebih emosional, latar dan efeknya jauh lebih keren, dan kisah cinta serta humor yang jauh lebih menarik. Kisah cinta Katniss dan Peeta pun semakin melengkapi ketegangan saat mereka berada di arena. Gak salah juga nih kalo serial Hunger Games ini dianggap sebagai pengganti posisi seri film The Twilight Saga.p.s saya suka banget sama dress yang dipakai Katniss yang katanya yang design itu orang Indonesia loh.

Dan paling terpenting Francis Lawrence bisa memberikan ruang yang cukup bagi penonton untuk mencerna kisah di seri sebelumnya. Walaupun diakhir film penonton harus siap sekaligus rela menerima kenyataan jika film ini harus berakhir gantung dan untuk melanjutkan kisahnya harus nunggu tahun depan. hiks

HOPE IS STRONGER THAN FEAR

Wednesday, February 5, 2014

Denda 1 Juta untuk Siswa yang Datang Telat

Buat para orang tua, gimana jadinya kalo pagi hari udah riweuh gak jelas siapin anak-anak berangkat sekolah, eh dijalan kejebak macet hingga akhirnya anak terpaksa terlambat masuk sekolah dan ditambah lagi sekarang ternyata ada peraturan bagi anak yang terlambat masuk sekolah sebanyak 10 kali dalam satu semester, harus denda sebanyak 1 juta?
Gile bener bukan? apalagi khususnya buat para orang tua yang berdomisili di kawasan Jakarta. Riweuh dipagi hari, siapin sarapan, bekal buat anak,anak yang susah bangun, atau malah emaknya yang sama-sama susah bangun, plus jalanan macet yang udah jadi pelengkap sarapan, bisa-bisa atau bahkan mungkin biasa dijadikan alasan klasik buat mangkir dari hukuman telat iya nggak? Ditambah sekarang ini lagi semarak banjir bandang membahana yang belum juga surut, padahal udah masuk februari loh. Kayaknya terlambat masuk sekolah sampe 10 kali bisa aja kejadian, atau jangan-jangan ada orang-tua yang lagi baca dan udah 10 kali terlambat antar anaknya masuk sekolah? ayo ngakuuu? :3

Gambar diambil dari sini
Tapi tenang-tenang, jangan dulu panik, shock, atau teriak-teriak "Oh TIDAK!" kaya liat hantu di film Oh Ternyata (haha, lebay amat). Oke calm down, aturan ini bukan diberlakukan di Indonesia kok, aturan ini diterapkan di salah satu kota di London Utara. Tepatnya di sekolah Emerson Valley.

Usut boleh usut nih dari berita yang ada di BBC news yang diliput oleh seorang  wartawan Indonesia, beritanya ada di sini. Sekolah tersebut mendenda orang tua sebanyak £60 atau sekitar 1 juta rupiah bila sang anak terlambat masuk sekolah sebanyak 10 kali. Wah-wah, lumayan juga tuh uang satu juta bisa buat beli bakso berapa mangkuk ya? *mikir keraaaasss* sayang kan kalo keluar kantong cuma-cuma. Hiks.

Bukan cuman itu, jika orang tua tidak membayar denda dalam waktu 21 hari maka jumlahnya dilipat gandakan menjadi 2 juta rupiah. Jika orang tua tetap gak mau bayar juga, meja hijau jadi jalan terakhir. Yap, sekolah tersebut bisa membawa orang tua si anak ke pengadilan, ngeriiii kaaaan?

Alasan dilakukannya peraturan tersebut menurut juru bicara sekolah Emerson Valley karena prestasi seorang anak itu sangat berkaitan dengan kehadiran siswa, siswa yang jarang terlambat biasanya lebih prestasi dibandingkan yang sering terlambat.

Hal ini menurut saya mungkin saja diterapkan di sekolah-sekolah di Jakarta beberapa tahun kedepan, bukan ngompor-ngomporin yaaa. Nah, mulai sekarang ayooo semangaat bangun pagi!

Gambar diambil dari sini

Tuesday, February 4, 2014

Ababil template

Oke ceritanya ini mentang-mentang masuk tahun 2014 jadi alasan buat ganti template lagi. Mungkin bagi kamu yang baru berkunjung gak tahu perjalanan blogku yang satu ini, blog si ababil template ini doyan banget gonta-ganti template. Ini masih mending, template yang lalu bertahan sekitar 8 bulanan. Template yang dulu-dulu berganti sesuai kehendak, jadi tiap liat template bagus pasti langsung ganti.
Etapi, ada perkembangan juga nih, template yang tahun kemarin dan sekarang semuanya buat sendiri loh hehe.

Moga aja yang ini bertahan lama, soalnya template yang satu ini udah lumayan lah dibanding yang kemarin-kemarin, dan aku juga suka sama template yang baru ini, agak rame ya? hehe biarlah biar lebih rame juga blognya. Sebenernya ada alasan lain aku ganti template lagi kali ini, alasannya itu soalnya template kemarin kan di bannernya itu "Catatan Harian Pratiwi" padahal kenyataannya aku gak konsisten, dan belum mampu tuh buat catatan harian. Kalo lagi sibuk-sibuknya cuman sempet buat 1 postingan perminggu. Noh, gak nyambung kan sama tema blogku yang lalu? makanya akhirnya aku ganti jadi kaya gini. Oh ya ini dia, take a look buat kalian yang baru berkunjung kemari, ini template yang dulu.

Templateku yang dulu

Templateku yang baru

Sunday, February 2, 2014

Gak Kuat Jalan

Masih bahas kegiatan mengisi liburan semester juga nih, ceritanya aku ke Bandung mau nyekar di makam mbah kakung ku, dan selesainya aku berniat buat pergi cari novel dan buku kuliah ke togamas. Di musim liburan kali ini cuaca di Bandung seperti biasa lumayan bikin rambut di tubuh terangkat, apalagi kalo udah kena terpaan angin, berasa angin di Puncak. Nah, saat itu aku diantar bulik (adik perempuan dari ibuku) karena aku memang tak hafal jalanan untuk ke togamas. Pas di kasir togamas.

"Mpi, mau beli minum gak? noh ambil aja."
"Gak usah bul, gak haus kok."
"Eh, sok ambil aja nanti haus baru kerasa loh."
Akhirnya aku menyerah dan ambil salah satu botol air mineral berbungkus hijau.
"Ini aja bul."
Pulangnya kami berniat untuk beli sipcy wings di richeese, jadi buat menghemat naik angkot biar gak naik angkot 2 kali, kami memutuskan untuk jalan, dan lumayan agak jauh, yah itung-itung sambil menikmati udara segar.

"Mbak revi, kita jalan dulu aja ya biar gak usah naik angkot 2 kali."
"Ya, gak papa bul."
Aku sih biasa jalan jarak jauh, karena sejak dulu sampai SMA aku sering banget diajak jalan sama ibu dan lumayan jauh loh, dengan derap kaki ibu yang cepet banget. Jadi aku memang udah terlatih untuk jalan jauh.

"Nah, masih harus jalan kesana mbak, hehe agak jauh sih lumayan."
Sambil menunjuk ujung jalan dekat sebuah bank BRI Syariah.
"Wah, gak masalah bul. Kakiku udah terlatih kok."
Dengan pedenya aku bilang kaya gitu. Pas sampe jalan pusdai, aku udah ngerasa capek banget, kayaknya ini gara-gara kakiku sekarang memang udah jarang banget olahraga, jadi jalan cuman beberapa kilo aja udah kewalahan. Jadi malu banget, tadi bilang kakiku udah terlatih.
"Nah, di ujung jalan pusdai baru kita naik angkot, masih kuat kan?"
"Masih dong, tenang aja bul."
bohongku semakin menjadi-jadi, padahal kakiku kayaknya udah teriak-teriak buat istirahat dulu. Pantes aja tadi bulik minta aku beli minum dulu. Ini dia alasannya.
Akhirnya gak kerasa kita sampai juga di ujung jalan pusdai, dan ketemu juga tuh angkot caringin-dago yang udah kakiku tunggu-tunggu.
Rasa sesal semakin membubung, mengingat kakiku biasanya kuat loh berjalan lama. Dari dulu tempat lesku juga cukup jauh, jadi jalan 1 atau 3 kilometer udah jadi makanan sehari-hari. Tapi ternyata ketika aku gak jalan jauh sekian lama, kakiku jadi gampang lelah. Ini jadi sebuah tantangan sekaligus hutang buatku, jalan itu olahraga yang paling ringan dan harus mulai ku biasakan lagi. Tapi seriusan deh, waktu itu aku udah gak kuat jalan.





Saturday, February 1, 2014

Niatnya sih Liburan Produktif

Rasa semangat masih menggebu-gebu ketika kaki ini melangkah masuk bus untuk pulang ke rumah di pertengahan januari kemarin.
Oke, liburan semester ini aku harus bisa kerja di rumah, urus ibu, bantu-bantu di rumah, belajar masak, bersih-bersih rumah, dan bantuin tetangga
Ujarku dalam hati, setelah memilih kursi yang nyaman untuk kududuki selama hampir 12 jam kedepan. Di usiaku yang akan menginjak kepala dua ini aku bertekad untuk jadi seorang yang paling berguna di daerah tempat tinggalku, jadi sudah jadi niat yang bulat kalo tiap liburan aku harus menolong dan bantu orang lain sebanyak mungkin.
Tapi tahu nggak sih, kalo semangat itu kesasar selama hampir 3 minggu entah pergi kemana dibawa siapa, karena nyatanya sekarang aku belum melakukan hal yang ingin kulakukan selama liburan.
Kalo bisa dibilang liburan kali ini liburan yang paling gak produktif, tapi beruntungnya masih ada  2 minggu kedepan masa liburan dan jelaslah aku harus membayarnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...