Friday, November 28, 2014

Late Twenty Confession

Masih mengamati lelehan lilin merah berangkakan 20 di kue pemberian adikku. Kue nya cantik, bahkan tulisan selamat 'ulang tahun revi' dibalut krim fla putih yang berpadu dengan jelly stroberi diatasnya terukir sangat indah. Satu tetes air mata turun dan mengalir ke sudut daguku. Sedih ngerasa manfaatku untuk orang lain tak sebesar lilin di kueku.

Jadi ini yang namanya 20 tahun
Jadi ini rasanya gak megang predikat teenager?
Jadi ini saatnya aku mulai ditanya tentang skripsi dan menikah?
Jadi ini saatnya aku, ah entahlah.

Terlalu banyak hal yang harus aku pertanggungjawabkan, namun terlalu banyak waktu yang terbuang, terbuang mengiringi usiaku yang semakin menua.

Jelas akupun bersyukur atas nikmat hidup yang diberikan Allah padaku hingga detik ini, tapi yo moso si, di usia yang udah tua ini aku masih gini gini aja, manfaat untuk orang lain udah kaya motto TV LCD begitu datar dan minimalis. Padahal Allah udah berbaik hati, menggenapkan usiaku ke kepala 2, bahkan keluarga dan sahabat juga dengan senang hati memberiku ucapan selamat.

Tapi inilah aku di usia 20 tahun, bahkan untuk mengetikkan kata kata 'aku 20 tahun' saja, terasa begitu berat. Tentu saja aku ingin diberi umur panjang olehNya, tapi sedih rasanya mengetahui kebermanfaatanku untuk orang lain sungguh mini kaya oreo mini.

Memang tidak mudah menerima kenyataan kalau tiba tiba saja sudah berusia 20 tahun. Semacam baru diantar ke suatu pulau, lalu sudah disuruh naik perahu lagi untuk pulang. Belum sempat menikmati indahnya pulau, belum sempat nyari harta karun, belum lihat binatang binatang disana, belum ini belum itu ah terlalu banyak yang belum sempat.

Jadi mahasiswa, standar banget, jadi anak kurang berbakti, jadi masyarakat apatis, pengennya yang praktis tis mulu, targetku menulis buku belum terlaksana juga, yah buku antalogiku masuk hitungan setengah deh. Yang kupikirkan sekarang adalah jika Allah memberikanku usia 20 tahun lagi kelak aku akan tetap seperti ini? Ah, aku harap tidak. Sekarang saatnya aku berubah, memberikan perubahan bagi orang lain. Lebih berguna untuk orang lain.

Sungguh sangat ku syukuri, 1 oktober kemarin aku bahkan mendapatkan hal yang kurasa belum pantas aku dapatkan. Dengan sikapku yang masih childish, egois, ingin menang sendiri, dan tentunya pemalas tingkat tinggi. Tapi dibalik itu semua, orang tua serta semua sahabatku masih dengan polosnya menerimaku apa adanya.
Thanks for all the suprises, love you guys so much.

Oh ya bahkan mama udah kasih ucapan di akhir bulan september, katanya biar jadi yang pertama. Yeah mom, you always be the first. You're number one for me.

Nah ini sms mamah buatku di usia 20 tahun
For mom, dad, nemok and daly my little brother. I'm sorry for everythings that I've done.  Maaf belum bisa jadi anak yang kalian harapkan, untuk bu RT dan pak RW sekaligus pakde ku, maaf belum bisa jadi masyarakat yang baik. Maaf kadang suka egois, suka maleeeeeees setiap pulang liburan semester, bangun kesiangan sampe lupa kerja bakti. Maaf masih sering kaya anak kecil, masih bego, masih sering bilang 'ah' waktu disuruh ke warung. Bahkan ketika liburan semester kemarin aku bikin ulah dan bikin kalian semua khawatir.


I wish I could say that I've tried my best, but it would be a lie. I know deep inside my heart that I always wanna be that girl who can do anything, help anyone in someway somehow. But the truth is I just want something to be done, and then saying that I've tried my best. I'm sorry Dad, I'm sorry that I caused you many troubles. I love you both of my greatest parent in the world with all of my heart.

Today, I'm just hoping this regret won't happen again. God has been giving me so many opportunities. I should do my best, I have to. It's a promise that I'm willing to take.

Tanganku masih belepotan sama tepung terigu ketika adikku ngasih surprise
Ditulis dengan gaya bahasa emak gaoel.

Thursday, September 25, 2014

Oh Yoville ku...

Ceritanya ini terinspirasi sama postingannya mbak ade anita soal ngegame online, nih linknya kalo mau baca (klik disini). Aku mengalami nasib yang sama juga, sama-sama bangkrut. huhu

Jadi sejak SMA kelas satu sampe sekarang semester 5, aku main game Yoville di facebook. Pada tau kan? Itu loh game mirip mirip the sims yang avatarnya unyu unyu banget. Bagi yang belum tau gamenya kayak gini, jadi kita punya ava masing masing, bisa cewek ataupun cowok dan bisa kita modifikasi stylenya kalo kita punya coin buat beli aksesoris dan baju serta rumah/  apartemennya. Jaman dulu gamenya lumayan terkenal kok menurutku, iklannya gencar banget di sidebar facebook. Intinya game sejenis the sims cuman versi visual yang gak sebagus the sims.

Seingetku dulu pertama kali daftar kira-kira awal tahun 2010, aku cuma dapet 2500 coin, otomatis kurang dari lima menit coinku habis karena aku boros langsung beli baju dan perabotan ini itu. Nah, untuk ganti coin yang udah aku abisin itu alias untuk dapetin coin, setiap harinya aku harus kerja di sebuah pabrik yang gajinya cuman 200 coin. Dikit banget kan? Jadi sehari aku cuman dapet segitu, dua ratus coin doaaang.
doaaaaaaaang  -_-"
(Sebenernya bisa hire orang sih, biar gajinya naik.hehe)

Nah, aku pikir kapan kaya nya yaaa? hmmm. Mau beli apartemen baru aja harganya sampe 200.000 coin.

Bahkan buat balikin modal aja butuh waktu 10 hari non stop, aku harus terus buka Yoville. Belum lagi aksesoris kaya baju, rambut dsb. Akhirnya dengan semangat membara aku membulatkan tekad biar jadi kaya dan banyak duit, biar ava dan rumahku bagus. Intinya biar gak dibilang nerd sama pemain Yoville yang lain. Tepatnya pemain Yoville yang dari luar Indonesia. Sebel sih di kick-out terus dari eventnya mereka

Akhirnyaaaa......

Jenjreeeng, hasil dari kerajinanku bermain Yoville berbuah manis, setelah 2 tahun bermain aku resmi termasuk jadi ava yang kaya rayaa, yang bisa datang ke event/party milik orang kaya, itu tuh party punya nya bule bule. xixixixi
Oh ya, FYI saat kamu udah kaya beneran itu bisa keliatan dari mendali yang ada di atas ava kamu.
Pokoknya sejak aku masuk kuliah aku bisa main Yoville dengan bangga. Hahahaha

Sampe rasa kesombonganku itu di tegur. Aku paling jarang kalo main casino di Yoville, karena emang gak mau aja, dan aku gak ahli judi. Tapi waktu coinku udah banyak, gatel banget pengen masuk casino. Akhirnya kuputuskan avaku masuk ke casino dan main 'ding dong' yah untung untungan deh, 1 kali bermain aku diuntungkan, coinku bertambah 20%, selanjutnya aku nekat! aku tambahkan lagi taruhanku. Dan untungnya, coinku tambah berlipat ganda, makin asyik kan main casino nya. kira kira 15 kali gambling coinku dari 27.500 coin dan 1 apartemen akhirnya coinku jadi 105.600 coin dan aku bisa beli villa baru. Duh, senengnya. Tapi ternyata, kesenanganku berhenti dampe 105.600 coin, setelah itu gamling ku kalah terus, kalah lagi, kalah lagi, kalah lagi

Bukannya berhenti, tapi aku malah meningkatkan jumlah taruhanku. O2N binti 2LOL.
Akhirnya, coinku bersisa 550 coin......

Bisa bayangin kaaaaaan????????
Bisa bayangin rasanya kayak gimana??????
Sebelnya kayak gimanaa?????
suebbel binti kueseel buanget. Aku jadi miskin semiskin-miskinnya. Saat itu aku gak mau buka facebook, gak lama banget juga sih cuman 3 hari wkwkwkwk....
Pengen nangis rasanyaaaaa.... ampe sekarang juga masih pengen nangiiiiissssss
Sambil tertatih tatih, aku kembali mengumpulkan coin semampuku. Sampe dapet 1600, aku berhenti main.

Aku dapet hal yang bermanfaat dari situ, aku alamin sendiri judi itu gak baik. Dan aku rasain itu sendiri, untung kan itu cuman game doang. Bukan kehidupan nyata, nah bayangin kalo itu kehidupan nyata. Mau jual diri? mau jual keluarga? mau bayar pake apa? terus kalo kerugian mau makan pake apa? So, buat kalian disana yang suka judi, please berhenti yah. Berhenti mulai dari sekarang. (Eh kok ini malah jadi ngomongin judi sih?)
Oke, intinya judi itu haram, gak baik. TITIK.

Ya, jadi gitu deh ceritanya kenapa aku bisa jadi bangkrut.

Ini dia si Jazzy1DTomlinson yang udah bangkrut. huhuhu




Friday, September 19, 2014

Andai Hatiku Setegar Aku

Apa mungkin tawa di gigi busukku menutupinya? Atau bahkan matamu yang buta, kau tidak mengidap katarak kan? Hatimu mingkin iya.

Alih alih, aku menyalahkan hatiku. Dia yang memulai semua ini, tapi mengapa harus aku yang susah payah mengakhirinya. Andai percakapan itu tak pernah terjadi, andai kau dulu tidak berada 30cm tepat di dekatku, andai aku bisa mencuri waktu Tuhan saat itu dan kabur dengan serta merta berteriak AKU TAK MAU.

Sekarang aku menangis. Kebingungan menafsirkan hatiku sendiri, Tuhan, bisa Engkau perbaiki hati ini? Atau kuberi penawaran agar Engkau ganti saja hatiku dengan yang baru! Agar asa tentang dia hilang. Bukan aku tak bersyukur, tapi hati ini tak tau diri. Dia mencintai tanpa seijinku, dia tertawa tanpa seijinku, dia tersipu malu tanpa seijinku tapi tangisnya, dia luapkan kepadaku.

Jelas aku tak mau disalahkan atas apa yang terjadi, bukan aku yang merasakan cinta. Aku hanya merasakan luka.


Sela-sela bising
Ahas, purwokerto.

Thursday, July 24, 2014

Aih, ternyata...

"Innalillahi wainnailaihi rojiun, atos ngantunkeun alam dunia Ibu Hj. Mpang tabuh 3 janari, sakali deui Innalillahi wainnailaihi rojiun, atos ngantunkeun alam dunia Ibu Hj. Mpang tabuh 3 janari dinten ayeuna."

Sahurku hari ini dibangunkan oleh pengumuman diatas, adik dari nenekku yang dari Sukabumi meninggal dunia hari ini. Masih syok, sedih atau apapun lah itu perasaan saat kita kehilangan seseorang (mohon doanya ya bagi siapapun yang membaca ini, agar beliau diampuni segala dosanya dan ditempatkan di tempat yang mulia disisi Allah)
Beliau sudah sakit terlalu lama juga, jadi, terkadang terbesit di pikiranku   
"Kasihan mak ku yang satu ini, sakit yang terlalu lama malah membuatnya semakin tersiksa. Tak tega rasanya melihatnya terus sakit seperti ini."
Sehingga ada pikiran burukku yang mengharapkan lebih baik Allah mengambil nyawanya dibandingkan beliau harus sakit lebih lama lagi, mungkin ini yang disebut terlalu mengeliminasi vulnerability.

Saat aku melayat, ternyata ada kabar dari ibu-ibu di kampung kalo Ibu Hj. Ika dari kampung sebelah juga meninggal dunia pukul setengah tiga subuh. Akhirnya setelah aku melayat adik nenekku, aku, ayahku, ibuku, dan beberapa ibu dari RT ku segera berpindah untuk melayat Ibu Hj. Ika di kampung sebelah.
"Gak nyangka ya, perasaan teh kemarin bu Ika masih ikut mingonan (re: pengajian ibu-ibu)." ucap Ibu Ocah yang memang ketua pengajian di kampungku sambil menahan isak tangis.
"Iya, meni barengan atuh yah sama bu Hj. Empang. Untung meninggalnya teh di bulan Ramadhon." Bu Irat menimpali dengan kerudungnya yang semakin basah.
Setelah kami datangi ternyata rumahnya sepi senyap, tak ada satu pun batang hidung yang tampak. Cuaca pun masih dingin menusuk, maklum masih pukul enam pagi.
"Apa masih dirumah sakit nya?" ujar Bu RT.
"Tapi da biasanya mah udah penuh atuh, banyak orang yang nungguin."
"Iya muhun, malahan mah gak ada bendera kuning sama sekali ini teh." Bu Nyai menimpali

Tak lama kemudian ada seseorang ibu berbaju hitam membawa baskom di kempit dipinggang kirinya.
"Naros (re: tanya) ibu itu wae ya?"
Akhirnya Bu RT keluar, eh ternyata setelah ibu itu berjalan semakin mendekat.... Bu RT Berbalik ke mobil.
"Aih, bukannya itu teh Bu Hajah Ika?"
"Ah masa ini teh?" tanya kita semua yang berada di mobil.
Aku yang memang tak tau wajah bu Hj. Ika hanya diam.
"Iya kok, itu mah Hj. Ika."
Kami semua malah ketakutan karena menganggap itu hantu, setelah akhirnya semua memberanikan diri turun dari mobil dan menghampiri ibu berbaju hitam tersebut.
"Aya naon ieu teh ibu, ngararabring? (Ada apa ini ibu-ibu kok pada rame?)"
Tinggi badannya semapan, berbaju gamis hitam dengan sedikit bordiran bunga berwarna emas di tangannya. Wajahnya yang sudah mulai keriput di usia kepala 6, lipatan di atas alisnya kian tampak, bintik-bintik hitam di pipinya yang muncul kerena penuaan juga tak bisa lepas dari mata.Ternyata benar, itu adalah ibu Hj. Ika yang kami semua kira sudah meninggal.
Sontak kami semua berkata
"ALHAMDULILLAH, Bu Hj. Ika tadi teh ada pengumuman di masjid saurna (re: katanya) ibu meninggal, aih ternyata nggak, tuh bu titin yang bilang."
Kami semua serempak menoleh ke bu titin dan berkata
"Kumaha ari bu titin teh? (Gimana sih bu Titin)
"Salah denger kitu saya teh ya?"
Akhirnya aku dan semua ibu hanya tertawa hebat sambil menyalahkan Bu titin yang sudah membuat hoax. Ternyata Ibu Hj. Ika tidak meninggal, yang ada bu titin yang salah mendengar pengumuman di masjid.

(true story, was taken @kampung kebonwaru 25/07/14)

Sunday, May 18, 2014

Sex Education = Tabu atau Perlu?

Ini sebenernya nekat-nekatan ikutan GA nya mak Indah yang super duper singkat, cuman 10 hari, ditengah jadwal kuliah blok baru yang lagi padet-padetnya. Tapi  tampangku udah despreate banget, pengen dapet hadiah GA, liat nih... udah ampe ngeces ngeces saking kepinginnya....
Sesi curhat dulu dikit yak, dari dulu ampe sekarang aku belum pernah berhasil menangin GA. hu hu hu mewek guling-guling juga nih. *dih lebay*
"Hmm... diantara buku, pashmina, totebag, dan pulsa harus ada yang bisa ditaklukan kali ini!. Syemangaaat!" 
Wish me luck everyone, may the odds be ever in my favor.

Gambar diambil dari sini
Seks = Vulgar = Tabu = Tak layak diperbincangkan. BENARKAH?

Kalo kita bicara soal seks pasti deh yang terbesit dalam sebagian besar orang adalah aktivitas mesum atau hubungan sex. Padahal kalo di lihat di KBBI, sex itu artinya jenis kelamin. Sehingga inilah presepsi yang salah di kebanyakan orang tua. Karena menganggap seks itu hal yang tabu untuk dibicarkan. Nah, kalo gitu harusnya seks masuk jadi tema acara silet di RCTI yak? hehehe...
Hanya di Silet yang menjadikan hal-hal yang tabu menjadi layak dan patut untuk diperbincangkan. 
*Grrrr... ini lagi ikutan GA, bukan lagi stand up comedy revi!!!!!* sorry, lanjut....

Mak Indah nawarin tema tentang sex education. Wuah, pas banget nih, soalnya akhir-akhir ini sexual abuse pada anak-anak kan lagi marak banget jadi pembicaraan publik, moral warga Indonesia memang lagi bobrok. Hampir semua orang tua khawatir hingga sekarang gencar-gencarnya menanamkan edukasi seks untuk anak usia dini. Karena kenyataannya peningkatan arus kekerasan seksual pada anak sekarang ini merupakan bukti nyata dari kurangnya pengetahuan anak mengenai pendidikan seks, bukan hanya pada anak-anak, kekerasan seksual juga mengancam para remaja yang rentan terhadap informasi yang salah mengenai seks. Sehingga bagi aku sendiri, sex education itu penting, penting banget! Tinggal, gimana sih caranya memberikan edukasi seks yang tepat?

Gambar diambil dari sini
1. Perkenalkan organ kelamin. Hmmm... gimana caranya? kan bingung ngejelasinnya. 
Nggak kok, gampang banget, misalnya saat mandi atau saat nonton TV bareng di sela-sela iklan, sambil bernyanyi, sambil belajar organ tubuh, nah jangan lupa memperkenalkan alat vital seperti penis dan vagina. Sambil menerangkan perbedaan dari keduanya seperti kalo perempuan punya vagina, sedangkan laki-laki punya penis yang nanti harus di sunat, selain itu juga berikan penjelasan fungsi masing-masing organ tersebut dan bagaimana cara merawatnya.
"Nih dek, kalo ini buat pipis. Sama kayak gigi, kalo gigi tiap hari harus dibersihin lewat gosok gigi, nah penis adek juga kalo udah pipis harus dibersihin supaya gak ada kuman yang nempel."
terus untuk perbedaan lainnya.
"kalo laki-laki pipisnya berdiri, tapi, beda kalo perempuan, perempuan pipisnya jongkok.
Gitu misalnya, gimana? mudah kan? cara ini bisa banget dilakukan buat anak dibawah usia 5 tahun.

Gambar diambil dari sini

2. Organ kelamin tidak dapat sembarangan dipertontonkan. Tanamkan rasa malu pada anak-anak kita. Contohnya saat selesai mandi harus pake handuk atau pakaian penutup.

3. Organ kelamin tidak dapat disentuh oleh orang lain sembarangan.  Selain organ kelamin, organ lain seperti pantat, dada (perempuan) merupakan area yang harus dilindungi, dan gak bisa disentuh orang lain secara seenaknya, dan ini yang juga sangat penting, beri tahu pada anak kita bahwa saat ada orang yang menyentuh area tersebut segera lapor orang tua atau guru di sekolah. Kalau perlu, langsung teriak aja! Teriak yang kuenceeeeng... hehehehe

4. Jelaskan Asal Muasal Manusia. Nah, ini tepatnya untuk anak yang sudah beranjak remaja kira-kira usia 8-10 tahun. Misal nih, ada anak kita yang bertanya "Bu, aku lahir dari mana?" Coba jelaskan seperti ini:
"Gini dek, adek itu berasal sel telurnya punya ibu yang dibuahi sama sperma yang cuman bisa dibuat sama ayah (laki-laki). Nanti juga adek punya sendiri (sel telur: untuk perempuan) (sperma: untuk laki-laki). Tapi dek, ini yang harus diingat! pembuahan itu cuman bisa dilakuin sama orang yang udah gede dan udah nikah, kaya ibu sama ayah. Kalo belum nikah berarti nggak boleh."
Ini yang harus ditekankan bahwa pembuahan itu hanya boleh dilakukan kalo sudah menikah. 

 5. Berikan informasi dan bimbingan saat menjelang pubertas. Ini penting banget, biar anak kita nggak kaget. Informasikan bahwa seiring dengan bertambahnya usia, anak perempuan akan mengalami haid, bagian dada akan membesar, pinggang pantat, rambut kemaluan akan terbentuk. Sedangkan anak laki-laki akan mengalami mimpi basah, timbul kumis, jakun, rambut kemaluan, dan suara memberat. Pastikan anak memberitahu saat hal itu terjadi dengan cara memberikan pengawasan dan menjaga komunikasi yang baik dan berikan bimbingan untuk menghadapinya. Terakhir berikan penjelasan bahwa sekarang mereka telah baligh dan harus memiliki tanggung jawab, jangan sampai menyalah gunakan kematangan tersebut.

Sex Education? Tabu ataukah Perlu? Sudah tahu Jawabannya kaaaan?

TULISAN INI DIIKUTSERTAKAN DALAM GIVEAWAY 10 HARI

 GIVEAWAY 10 HARI

Friday, May 16, 2014

Aku Sudah Pikun?


"Haduh, HPku ketinggalan di kamar." 
*Sampai di kamar*
"Eh, ini ke kamar mau ngapain ya?"
*Ketika buka pintu kamar, tiba-tiba lupa mau ngapain dan akhirnya balik lagi ke depan rumah, pas sampe depan rumah, eh eh eh malah inget.*
"Lah, tadi kan mau ambil HP. --___--"
 *TEPOK JIDAT*

Sering gak sih ngalamin kayak gitu? aku sih sering banget! Lupa ambil kunci, lupa kunci rumah, lupa nyimpen kunci motor, lupa taruh STNK, dan ketika inget tiba-tiba lupa lagi. Padahal baru semenit yang lalu inget, tetapi kemudian lupa. Kadang hal ringan sehari-hari kayak gini nih yang kerap bikin kita jengkel setengah ampun.
Akhirnya kalimat kayak gini "Eh, ini mau ngapain ya?" atau "Eh tadi kesini mau ngapain ya?" selalu setia menemani hari-hariku. Kadang aku jadi parno sendiri, sampe bawa-bawa takut pikun tralala trilili segala lah. Tapi tenang-tenang, kalo ada juga yang ngalamin hal kayak diatas gak usah panic at the disco Eh, maksudnya gak usah panik dan khawatir. Itu merupakan fenomena yang disebut Event Boundary.  

Event Boundary itu semacam proses bagaimana otak kita terikat pada kejadian-kejadian di suatu tempat kita berada, nah pada saat kita berpindah ruangan, otak kita bakalan membuat file dari apa yang kita lakukan di tempat sebelumnya dan menyimpannya di setiap sel memory di otak. Disaat berpindah tempat, otak kita akan secara otomatis mencari file yang tadi sudah disimpan untuk diaplikasikan di tempat yang baru, ketika ada ketidak cocokan memori kita dengan tempat/lingkungan yang baru itu menjadikan kita sering lupa akan apa yang akan kita lakukan di tempat yang baru tersebut.

Nah, karena aku orangnya pelupa banget, bahkan kalo ada penghargaan orang pelupa di rumah, kayaknya gelar pelupa itu bakal langsung aku embat. Untuk mengatasi aku yang pelupa tersebut aku punya beberapa tips yang Alhamdulillah it's very helpful. Ini dia, cekidot cekidot

1. Make A Day Planner 

Bagi aku menulis agenda kegiatan untuk besok itu hukumnya WAJIB tik tik. Sejak SD aku punya buku agenda yang isinya semua hal dan kegiatan yang akan aku lakukan pada keesokan harinya. Karena terkadang ketika kita nggak menuliskan apa yang akan kita lakukan seringnya kita menunda-nunda atau bahkan lupa, entah keselip dimana tuh ingatannya. Selain itu juga menuliskan semua kegiatan yang akan dilakukan dalam satu hari bener-bener membantu loh. Nih, contohnya:
ketika lupa "kira-kira abis ini mau ngapain lagi ya?" Tinggal buka aja tuh planner yang udah kita buat sebelumnya. Ini juga yang jadi perhatian, sekarang kan jamannya modern. Kalo misalkan males banget nulis, kan bisa pake aplikasi dari handphone. Everything is easy now!
Jadi, bagi kalian yang sering lupa bisa dicoba nih jurus ampuh ala revi pratiwi ini. Hua Ha Ha Ha Ha Ha (ketawa imut) -____- dih
(Bagi yang udah punya day planner kayak aku, yuk mari ngacung di lampu merah, eh ngacung di sini aja deng, noh di komenan bawah.)




2. Pasang Sticky Notes

Ini juga boleh jadi tips buat kalian yang agak kreatif dan rajin tentunya. Sticky Notes biasanya di pasang di kulkas atau dinding, terserah sih prefer nya dipasang dimana sesuai selera. Intinya ketika tulisan itu sering  terpapar dengan mata kita, biasanya kita jarang lupa. Kertas tempel atau sticky notes ini yang sering banget jadi andalanku buat manage semua kegiatanku sehari-hari sekaligus jadi reminder.

3. Biasakan menaruh barang pada tempatnya

Ini nih, yang sering jadi omelan setiap ibu sama anak-anaknya. Termasuk aku juga sering jadi korban. Makanya sekarang setelah kos, aku harus bisa atur semua barang sendiri, harus disiplin dalam menyimpan barang, jadi segala sesuatu itu harus terorganisir, benda-benda harus tetap ada di tempatnya. Buku agendaku kadang juga berguna disini karena aku punya daftar tempat dimana aku naruh barang-barang kaya gunting, streples, double tip, gunting kuku dll.
p.s barang-barang diatas termasuk top ten barang yang selalu sulit dicari saat dibutuhkan

4. Kurangi Stress, dan Tingkatkan Konsumsi Anti Oksidan & Olahraga

Kekurangan konsumsi anti oksidan yang beriringan dengan meningkatnya radikal bebas dalam tubuh akan menyebabkan kekurangan fungsi memori. Selain itu juga nutrisi dan asupan oksigen yang minim akan mempengaruhi proses kerja otak, lebih tepatnya neurotransmitter. Sehingga otak hanya bekerja seadanya dan akhirnya otak akan kesulitan untuk mengingat sesuatu.

Oke, cukup segini aja nih cara-caraku untuk ngilangin parno "Aku sudah pikun?"

p.s informasi mengenai pikun/ demensia. Demensia bukan merupakan bagian dari proses penuaan yang normal. Sejalan dengan bertambahnya umur, maka perubahan di dalam otak bisa menyebabkan hilangnya beberapa ingatan (terutama ingatan jangka pendek) dan penurunan beberapa kemampuan belajar. Namun sebenarnya pada orang yang normal/ sehat walaupun sudah tua masih bisa kok ingatannya tetap tajam.

Saturday, May 3, 2014

Could It Be Love?

Postingan kali ini sebenernya kgak terlalu penting, hanya curhat atau apapunlah ini disebut.

Saya selalu menghindari pertanyaan yang berhubungan soal hati, kenapa? hmmm... sebenarnya gak ada alasan khusus. Saya memang kurang berpengalaman, bukan, kurang lagi, memang sama sekali belum berpengalaman, dan saya juga nggak berniat untuk menjadikan pengalaman itu nyata dekat-dekat ini.

Tapi, kalo ditanya soal cinta. Setelah saya menghindar, dan akhirnya harus ber-statement, saya selalu bilang. Cinta itu ya klasiknya anugerah, fitrah yang di kasih Allah secara gratis buat kita. Ingat, cinta gak selalu dikaitkan dengan pasangan lawan jenis saja ya, bisa cinta sama Allah, Rasul, Al-Qur'an, orang tua,  hewan peliharaan, bahkan tanaman di pekarangan rumah. Nah, khususnya cinta untuk lawan jenis bagi saya seorang akhwat, saya selalu mendefinisikan itu adalah anugerah yang Allah berikan, dan tugas bagi kita yang belum siap menghadapi jenjang pelaminan, hanya menikmati anugerah itu.
Merasakan, TANPA mengumbarnya, entah itu secara langsung ke si akhi, ataupun lewat media sosial.

Tenang... tenang.... Jangan dulu esmosi yaaaa, ini kan pendapat saya. Karena bagi saya, cinta itu sesuatu yang spesial, dan harus dinyatakan lewat sarana yang spesial juga. Saya nggak mau cinta saya murahan yang bisa saya umbar-umbar pesonanya tanpa sebeulmnya ada ikatan yang halal.

Saya juga pernah merasakan cinta, ah... entah itu cinta atau risalah hati semata, yang jelas apa-apa yang orang di televisi bilang itu salah tingkah ketika ada si "dia" saya pernah merasakannya. Ini hanya terjemahan hati saya sendiri tanpa melihat kamus yang sebenarnya. Entah itu cinta ataupun bukan.

Saya hanya menyatukan semua yang saya rasa, apa saya dengar, dan apa saya lihat. Hasilnya berujung pada tanda tanya yang besar.
Could it be love? Could it be love?

Namun ternyata, bukan cinta yang menurut saya jadi masalah. Bukan dari arti apakah rasa ini cinta atau bukan? Itu gak penting! Yang penting, bagaimana saya mengendalikan hal ini, hal yang saya rasakan ini. Dan inilah bagi saya jawabannya, semuanya itu simpel, tinggal nikmatin rasa yang Allah kasih ini SENDIRIAN aja, toh kalo Allah menghendaki, saya bisa merasakan cinta itu bersama orang lain. Tapi, tentunya disaat yang tepat, disaat Allah pun menghendaki. Kalo saja suatu saat nanti saya dapat memenuhi untuk menyempurnakan setengah agama saya dengan mengaitkan tali ikatan di pelaminan, saya dapat membuat postingan yang lebih bermanfaat sambil mengaitkan postingan hari ini. Saat saya masih bingung mengartikan rasa yang saya alami.

Tuh kan, sudah saya bilang. Postingan kali ini gak penting, isinya curhat doang! hehe...



Friday, April 18, 2014

My Review: One Direction You And I

Oke, hari ini video You And I dari One Direction release. Yeaaay! Sekian hari nungguin akhirnya nongol juga di youtube yaps 18 April 2014. Sejujurnya, video nya gak terlalu yang wah kayak biasanya, tapi nyentuh banget. Well, padahal mereka cuman jalan aja gak ngapa-ngapain, tapi segitu pun udah cukup kok. Ada beberapa review yang bagiku agak mengganjal.
1. Niall
Kenapa tiba-tiba rambutnya diturunin ke bawah? hmmm... jujur, penampilannya yang kaya gitu kurang pas.
2. Liam
Aaaah, nih anak makin mirip sama David Beckham. Udah lah, jangan-jangan dia emang anaknye. haha yang jelas dia tampak dewasa banget.
3. Hareeeeeeeeh
WOOHOO, Ini dia!!!! the flirt one!, perfect as always. Apalagi pas di zoom. Woaw, rasanya dia bener-bener ada didepanku. Keep up babe!
4. Louiiiii
Hey boo bear! kenapa masih kagak mau cukur rambut sih? Aku kan udah bilang lou buat cukur rambutnya. haha, oke fanfiction yang kacau! Aku suka sih sebenernya dia yang gondrong, tapi kalo dipotong dikiiiiiit aja biar lebih rapi kayaknnya bakalan kece deh. #peace out
5. Zaaayn
Hey sexy secretary! amazayn as always. Cuman kayaknya di video kali ini, zayn kebagian beberapa detik aja, jadi sebentar bangeet.

Oke deh, review ku sebenernya gak penting. haha ini dia video nya, Let me know what you guys think, just post a comment below :) Hope this video will break vevo record.

Friday, April 11, 2014

[GIVEAWAY] Dongeng, Ibu, dan Kecintaanku


Pertama kali lihat GA semua tentang dongeng anak ini, langsung terbayang wajah ibu, dan bonekaku si 'gibrig' yang sampe sekarang masih selalu aku bawa padahal aku udah mau kepala dua.

Sejak kecil dongeng sudah menjadi bagian dari penghantar bunga tidurku, Ibu selalu mendongengkan kisah kancil dan buaya, kancil dan pak tani, lima sekawan, Malory Tower, Kisah 25 Nabi, kisah Rasulullah SAW, dan yang paling spesial dari dongeng ibu adalah kisah dari Kerajaan Inggris, khususnya kisah Lady Diana. Dongeng negeri 'british' itu selalu lebih memikat hatiku dibandingkan dongeng lain. Ibuku sangat mengagumi sosok sang putri tersebut. Sehingga kini saat aku sudah dewasa, Inggris merupakan salah satu tempat yang menjadi top list harus aku kunjungi.

Tak pernah sehari pun ibu absent mendongeng untukku saat kecil. Karena aku yang memang agak manja dan selalu merengek tak mau tidur bila tak di bacakan atau diceritakan dongeng, sehingga walaupun sesibuk apapun ibu selalu meluangkan waktu untuk mendongeng untukku. Kangeeen banget masa-masa itu, saat aku yang masih meminta dongeng dikala aku sedang sakit, dan ibu gak bisa nolak permintaanku. Mungkin karena seringnya keterpaparan aku dengan berbagai cerita dongeng, menumbuhkan rasa cinta pada dongeng itu sendiri.

Sebagai bukti dari kecintaanku pada dongeng, setelah aku masuk SD aku selalu menceritakan dongeng di depan kelas. Bukan karena terpaksa disuruh guru loh, tapi terkadang aku sering menawarkan diri untuk berdongeng sepulang sekolah. Walaupun sambil terbata-bata, aku bahagia bisa berbagi dongeng.

Saat SMP aku mencoba story telling atau cerita/dongeng bahasa Inggris, padahal bahasa inggrisku saat itu kacau banget. Tapi, terserah apa kata orang, aku memang sangat suka dongeng. Tak berhenti sampai disitu, kecintaanku pada dongeng terus bertambah. Aku merambahi dongeng sunda, masih saat SMP aku mengikuti lomba mendongeng bahasa sunda, kisahnya tentang Si Kabayan. Waah, kalo diingat-ingat pasti cengengesan sendiri, karena saat lomba aku harus berpakaian ala kabayan. Padahal kan aku perempuan, hehe... dan yang paling gak terlupakan saat itu aku berdongeng didepan seratusan orang.

Saat SMA, karena kecintaanku pada dongeng, aku masih saja menagih dongeng pada ibu sebelum beranjak tidur. Padahal badan udah segede gaban, tidur masih pengen di kelon dan di dongengin. Alhasil, ibu menolak, huffft... kalo udah gitu, biasanya aku cuman bisa manyun, dan berlanjut baca novel yang jadi pengganti ibu. Walaupun begitu, terkadang karena kasihannya dia padaku akhirnya terpaksa ibu mengalah, dan membacakan dongeng untukku.

Tak pernah terbayangkan sebelumnya, karena kini saatnya dongeng yang selalu aku minta, keluar dari pita suaraku.

Ibuku menderita stroke dan bicaranya agak terbata-bata. Tak mungkin keinginanku untuk dibacakan cerita bisa terkabulkan lagi, karena aku sadar satu hal. Kini saatnya aku yang membayar dongeng-dongeng ibu terdahulu. Akulah yang harus menceritakan ibu berbagai dongeng yang bisa membuat ibu tersenyum seperti yang sudah ibu lakukan dahulu.
"Tenang bu, sekarang teteh yang bacain dongeng buat ibu." Biasanya kuucapkan sambil ikut berbaring di sampingnya, hingga kita tertidur bersama tanpa diketahui lembaran buku cerita yang kupegang.

Bagaimanapun, dongeng membuat masa kecilku jauh lebih berwarna, dan aku pun ingin menceritakan berbagai dongeng pada anakku kelak.
Teruslah mendongeng bagi para Ibu Indonesia, Imajinasi lebih penting dari ilmu pengetahuan bukan? hehe...

Tulisan ini diikutsertakan dalam GIVEAWAY SEMUA TENTANG DONGENG ANAK

Thursday, April 3, 2014

Love it: Jeruk Lemon Oh Jeruk Lemon


"I Love jeruk Lemon"

Buah yang satu ini jadi favorit saya, buah yang asam, wangi dan segar ini memang biasa ditambahkan dalam berbagai hidangan. Tapi, saya sendiri punya cara lain dalam menikmati buah nan kecut ini. Biasanya saya coba dengan mencampurnya dengan garam lalu di gado. Asam sih, tapi sensasinya seruuuu banget.

Cara yang lain yaitu, mencampurkan perasan jeruk lemon dengan segelas air hangat ataupun dengan segelas air es. Tergantung kondisi cuaca, kalo udara dingin, ya pake air hangat, kalo lagi panas biasanya air dingin jadi pilihan. Buah ini walaupun kecut punya beberapa manfaat loh, apa aja sih?
  • Mencerahkan kulit. Kandungan Vitamin C yang terdapat dalam buah jeruk lemon mampu mengurangi noda hitam dan kerutan di wajah, jadi kan bisa tampil lebih cantik dan kece. Selain itu, air jeruk lemon mampu menyingkirkan racun dari darah dan mencegah radikal bebas dan membantu kulit tetap cerah.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh. Kembali lagi ke manfaat dari kandungan Vitamin C.
  • Meningkatkan kerja syaraf dan mengontrol tekanan darah. Ini disebabkan karena potassium yang terkandung dalam jeruk lemon.
  • Membantu menurunkan BB (Berat Badan). Nih, khususnya buat para abegeh yang pada doyan diet, bisa dibantu pake jeruk lemon. Karena jeruk lemon ini mengandung serat pektin yang tinggi, sehingga tubuh tidak mudah merasa lapar.
Dan masih banyak lagi manfaat yang bisa didapat dari jeruk lemon ini.

  

Tuesday, March 25, 2014

Pertemuan itu Fitrahnya Kehidupan

Lagi browsing, tiba-tiba nemu kisah ini. MasyaAllah, haru, sedih, dan decak kagum menyatu jadi satu lewat tangis di pelupuk mata saya. Gimana jadinya pernikahan yang tidak didasari rasa cinta satu sama lain?
Ketika pernikahan tak didasari oleh cinta, cinta Allah yang bekerja dititik itu. 
Cinta itu murni anugerah dari Allah,  Allah bisa mencondongkan hati siapapun yang Ia kehendaki.

Ya Allah berikanku cinta yang Kau titipkan, bukan cinta yang pernah kutanam.

Gambar diambil di sini

Namaku Mariani orang-orang biasa memangilku Aryani, ini adalah kisah perjalanan hidupku yang hingga hari ini masih belum lekang dalam benakku, sebuah kisah yang nyaris membuatku menyesal seumur hidup bila aku sendiri saat itu tidak berani mengambil sikap. Yah, sebuah perjalanan kisah yang sungguh aku sendiri takjub dibuatnya, sebab aku sendiri menyangka bahwa didunia ini mungkin tak ada lagi orang seperti dia. Tahun 2007 Silam, aku dipaksa orang tuaku menikah dengan seorang pria, Kak Arfan namanya, Kak Arfan adalah seorang lelaki yang tinggal sekampung denganku, tapi dia seleting dengan kakakku saat sekolah dulu, usia kami terpaut 4 Tahun, yang aku tahu, bahwa sejak kecilnya Kak Arfan adalah anak yang taat kepada orang tuanya, dan juga Rajin ibadahnya, dan tabiatnya seperti itu terbawa-bawa sampai ia dewasa, aku merasa risih sendiri dengan Kak Arfan apabila berpapasan dijalan, sebab sopan santunya sepertinya terlalu berlebihan pada orang orang, geli aku menyaksikannya, yah, kampungan banget gelagatnya…, setiap ada acara-acara ramai dikampungpun Kak Arfan tak pernah kelihatan bergabung sama teman-teman seusianya, yaah, pasti kalau dicek kerumahnya pun gak ada, orang tuanya pasti menjawab 

“Kak Arfan dimesjid nak, menghadiri taklim” dan memang mudah sekali mencari Kak Arfan, sejak lulus dari Pesantren Al-Khairat Kota Gorontalo, Kak Arfan sering menghabiskan waktunya membantu orang tuanya jualan, kadang terlihat bersama bapaknya dikebun atau disawah, meskipun kadang sebagian teman sebayanya menyayangkan potensi dan kelebihan-kelebihannya yang tidak tersalurkan.

Secara fisik memang Kak Arfan hampir tidak sepadan dengan ukuran ekonomi keluarganya yang pas-pasan, sebab kadang gadis-gadis kampung suka menggodanya kalau Kak Arfan dalam keadaan rapi menghadiri acara-acara di desa, tapi bagiku sendiri itu adalah hal yang biasa-biasa saja, sebab aku sendiri merasa bahwa sosok Kak Arfan adalah sosok yang tidak istimewa, apa istimewanya menghadiri taklim, kuper dan kampungan banget, kadang hatiku sendiri bertanya, kok bisa yah, ada orang yang sekolah dikota namun begitu kembali tak ada sedikitpun ciri-ciri kekotaan melekat pada dirinya, HP gak ada, Selain bantu orang tua, pasti kerjanya ngaji, sholat, taklim dan kembali kekerja lagi, seolah riang lingkup hidupnya hanya monoton pada itu- itu saja, ke biosokop kek, ngumpul bareng teman2 kek stiap malam minggunya dipertigaan kampung yang ramainya luar biasa setiap malam minggu dan malam kamisnya, apalagi setiap malam kamis dan malam minggunya ada acara curhat kisah yang TOP banget disebuah station Radio Swasta di Gorontalo, kalau tidak salah ingat nama acaranya Suara Hati dan nama penyiarnya juga Satrio Herlambang. Waktu terus bergulir dan seperti gadis- gadis modern pada umumnya yang tidak lepas dengan kata Pacaran, akupun demikian, aku sendiri memiliki kekasih yang begitu sangat aku cintai, namanya Boby, masa-masa indah kulewati bersama boby, indah kurasakan dunia remajaku saat itu, kedua orang tua boby sangat menyayangi aku dan sepertinya memiliki sinyal-sinyal restunya atas hubungan kami.

Hingga musibah itu tiba, aku dilamar oleh seorang pria yang sudah sangat aku kenal yah siapa lagi kalau bukan sikuper Kak Arfan lewat pamanku orang tuanya Kak Arfan melamarku untuk anaknya yang kampungan itu, mendengar penuturan mama saat memberitahu padaku tentang lamaran itu, kurasakan dunia ini gelap, kepalaku pening…, aku berteriak sekencang-kencangnya menolak permintaan lamaran itu dengan tegas dan terbelit-belit, aku sampaikan langsung pada kedua orang tuaku bahwa aku menolak lamaran keluarganya Kak Arfan, dan dengan terang-terangan pula aku sampaikan pula bahwa aku memiliki kekasih pujaan hatiku, Boby. Mendengar semua itu ibuku shock dan jatuh tersungkur kelantai, akupun tak menduga kalau sikapku yang egois itu akan membuat mama shock, baru kutahu bahwa yang menyebabkan mama shock itu karena beliau sudah menerima secara resmi lamaran dari orang tuanya Kak Arfan, hatiku sedih saat itu, kurasakan dunia begitu kelabu, aku seperti menelan buah simalakama, seperti orang yang paranoid, tidak tahu harus ikut kata orang tua atau lari bersama kekasih hatiku boby. Hatiku sedih saat itu..dengan berat hati dan penuh kesedihan aku menerima lamaran Kak Arfan untuk menjadi istrinya dan kujadikan malam terakhir perjumapaanku dengan boby dirumahku meluapkan kesedihanku, meskipun kami saling mencintai tapi mau tidak mau boby harus merelakan aku menikah dengan Kak Arfan karena dia sendiri mengakui bahwa dia belum siap membina rumah tangga saat itu. 

Tanggal 11 Agustus 2007 akhirnya pernikahanku pun digelar, aku merasa bahwa pernikahan itu begitu menyesakkan dadaku, air mataku tumpah dimalam resepsi pernikahan itu, ditengah senyuman orang-orang yang hadir pada acara itu, mungkin akulah yang paling tersiksa, karena harus melepaskan masa remajaku dan menikah dengan lelaki yang tidak pernah kucintai. Dan yang paling membuatku tak bias menahan air mataku, mantan kekasihku boby hadir juga pada resepsi pernikahan tersebut.

Ya Allah mengapa semua ini harus terjadi padaku 
Ya Allah mengapa aku yang harus jadi korban dari semua ini?

Waktu terus berputar dan malampun semakin merayap, hingga usailah acara resepsi pernikahan kami, satu persatu para undangan pamit pulang hingga sepilah rumah kami, saat masuk kedalam kamar, aku tidak mendapati suamiku Kak Arfan didalamnya, dan sebagai seorang istri yang hanya terpaksa menikah dengannya maka akupun membiarkannya dan langsung membaringkan tubuhku setalah sebelumnya menghapus make-up pengantinku dan melepaskan gaun pengantinku, aku bahkan tak perduli kemana suamiku saat itu, karena rasa capek dan diserang kantuk akupun akhirnya tertidur, tiba-tiba disepertiga malam aku tersentak tak kala melihat ada sosok hitam yang berdiri disamping ranjang tidurku, dadaku berdegup kencang, aku hampir saja berteriak histeris saat kudengar serua Takbir terucap dari lirih dari sosok yang berdiri itu, perlahan kuperhatikan dengan seksama, ternyata sosok yang berdiri disampingku itu adalah Kak Arfan suamiku yang sedang sholat tahajud, perlahan aku baringkan tubuhku sambil membalikkan diriku membelakanginya yang saat itu sedang sholat tahajud.

Ya Allah aku lupa bahwa sekarang aku telah menjadi istrinya Kak Arfan, tapi meskipun demikian aku masih tak bias menerima kehadirannya dalam hidupku, saat itu karena masih dibawah perasan ngantuk, akupun kembali teridur, hingga pukul 04.00 dini hari kudapati suamiku sedang tidur beralaskan sajadah dibawah ranjang pengantin kami, dadaku kembali berdegung kencang kala mendapatinya, aku masih belum percaya kalau aku telah bersuami, tapi ada sebuah Tanya terbetik dalam benakku, mengapa dia tidak tidur diranjang bersamakku, kalaupun dia belum ingin menyentuhku, paling gak dia tidur seranjang dengankum itukan logikanya, ada apa ini ? ujarku perlahan dalam hati. Aku sendiri merasa bahwa mungkin malam itu Kak Arfan kecapekan sama sepertiku sehingga dia tidak mendatangiku dan menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami, tapi apa peduliku dengan itu semua, toh akupun tidak menginginkannya, gumamku dalam hati. Hari-hari terus berlalu, dan kamipun mejalani aktifitas kami masing-masing, Kak Arfan bekerja mencari rezeki dengan pekerjaannya, dan aku dirumah berusaha semaksimal mungkin untuk memahami bahwa aku telah bersuami, dan memiliki kewajiban melayani suamiku, yah minimal menyediakan makanannya, meskipun kenangan-kenangan bersama boby belum hilang dari benakku, aku bahkan masih merinduinya. Semula kufikir bahwa prilaku Kak Arfan yang tidak pernah menyentuhku dan menunaikan kewajibannya sebagai suami itu hanya terjadi malam pernikahan kami, tapi ternyata yang terjadi hamper setiap malam sejak malam pengantin itu Kak Arfan selalu tidur beralaskan permadani dibawah ranjang atau tidur diatas sofa didalam kamar kami, dia tidak pernah menyentuhku walau hanya menjabat tanganku, jujur segala kebutuhanku selalu dipenuhinya, secara lahir dia selalu mafkahiku, bahkan nafkah lahir yang dia berikan lebih dari apa yang aku butuhan, tapi soal biologis, Kak Arfan tak pernah sama sekali mengungkit - ngukitnya atau menuntutnya dariku, bahkan yang tidak pernah kufahami, pernah secara tidak sengaja kami bertabrakan didepan pintu kamar dan Kak Arfan meminta maaf seolah merasa bersalah karena telah menyetuhku.

Ada apa dengan Kak Arfan?
apa dia lelaki Normal?
kenapa dia begitu dingin padaku?
apakah aku kurang dimatanya?
atau ? pendengar, jujur merasai semua itu membuat banyak Tanya berkecamuk dalam benakku, ada apa dengan suamiku?
Bukankah dia pria yang beragama dan tahu bahwa menafkahi istri itu secara lahir dan bathin adalah kewajibannya…? 

Ada apa dengannya, padahal setiap hari dia mengisi acara2 keagamaan dimesjid, begitu santun pada orang-orang dan begitu patuh kepada kedua orangtuanya, bahkan terhadap akupun hamper semua kewajibannya telah dia tunaikan dengan hikmah, tidak pernah sekalipun dia mengasari aku, berkata-kata keras padaku, bahkan Kak Arfan terlalu lembut bagiku, tapi satu yang belum dia tunaikan yaitu nafkah bathinku, aku sendiri saat mendapat perlakuan darinya setiap hari yang begitu lembutnya mulai menumbuhkan rasa cintaku padanya dan membuatku perlahan-lahan melupakn masa laluku bersama boby. Aku bahkan mulai merindukannya tak kala dia sedang tidak dirumah, aku bahkan selalu berusaha menyenangkan hatinya dengan melakukan apa-apa yang dia anjurkannya lewat ceramah-ceramahnya pada wanita-wanita muslimah, yakni mulai memakai busana muslimah yang syar’i. Memang 2 hari setelah pernikahan kami, Kak Arfan memberiku hadiah yang diisi dalam karton besar, semula aku mengira bahwa hadiah itu adalah alat-alat rumah tangga, tapi setelah kubuka, ternyata isinya 5 potong jubah panjang berwarna gelap, 5 buah Jilbab panjang sampai selutut juga berwana gelap, 5 buah kaos kaki tebal panjang berwarnah hitam dan 5 pasang manset berwarna gelap pula, jujur saat membukanya aku sedikit tersinggung, sebab yang ada dalam bayanganku bahwa inilah konsekwensi menikah dengan seorang ustadz, aku mengira bahwa dia akan memaksa aku untuk menggunakannya, ternyata dugaanku salah sama sekali, sebab hadiah itu tidak pernah disentuhnya atau ditanyainya, dan kini aku mulai menggunakannya tanpa paksaan siapapun, kukenakan busana itu agar dia tahu bahwa aku mulai menganggapnya istimewa, bahkan kebiasaannya sebelum tidur dalam mengajipun sudah mulai aku ikuti, kadang ceramah-ceramahnya dimesjid sering aku ikuti dan aku praktekan dirumah, tapi satu yang belum bisa aku mengerti darinya, entah mengapa hingga 6 bulan pernikahan kami dia tidak pernahmenyentuhku, setiap masuk kamar pasti sebelum tidur dia selalu mengawali dengan mengaji lalu tidur diatas hamparan permadani dibawah ranjang hingga terjaga lagi disepertiga malam dan melaksanakan sholat tahajud, hingga suatu saat Kak Arfan jatuh sakit, tubuhnya demam dan panasnya sangat tinggi, aku sendiri bingung bagaimana cara menanganinya, seba kak arfan sendiri tidak pernah menyentuhku, aku khawatir dia akan menolakku bila aku menawarkan jasa membantunya, Ya Allah..apa yang harus aku lakukan saat ini, aku ingin sekali meringankan sakitnya, tapi apa yang harus saya lakukan ya Allah.. 
Malam itu aku tidur dalam kegelisahan, aku tak bias tidur mendengar hembusan nafasnya yang seolah sesak, kudengar kak arfanpun sering mengigau kecil, mungkin karena suhu panasnya yang tinggi sehingga ia selalu mengigau, sementara malam begitu dingin diserta hujan yang sanagt deras dan angin yang bertiup kencang..kasihan kak arfan, pasti dia sangat kedinginan saat ini, perlahan aku bangun dari pembaringan dan menatapnya yang sedang tertidur pulas, kupasangkan selimutnya yang sudah menjulur kekakinya, ingin sekali aku merebahkan diriku disampingnya atau sekedar mengompresnya, tapi aku tak tahubagaimana harus memulainya, hingga akhirnya aku tak kuasa menahan keinginan hatiku untuk mendekatkan tanganku dedahinya untuk meraba suhupanas tubuhnya, tapi baru beberapa detik tanganku menyentuh kulit dahinya, kak arfan terbangun dan langsung duduk agak menjauh dariku sambil berujar

”Afwan dek, kau belum tidur ? kenapa ada dibawah ? nanti kau kedinginan ? ayo naik lagi keranjangmu dan tidur lagi, nanti besok kau capek dan jatuh sakit?” Pinta kak Arfan padaku.

Hatiku miris saat mendengar semua itu, dadaku sesak, mengapa kak arfan selalu dingin padaku , apakah dia menganggap aku orang lain, apa dihatinya tak ada cinta sama sekali untukku, tanpa kusadari air mataku menetes sambil menahan isak yang ingin sekali kulapkan dengan teriakan, hingga akhirnya gemuruh dihatiku tak bias kubendung juga 

”Afwan kak, kenapa sikapmu selama ini padaku begitu dingin? kau bahkan tak pernah mau neyentuhku walaupun hanya sekedar menjabat tanganku? bukankah aku ini istrimu? bukankah aku telah halal buatmu? lalu mengapa kau jadikan aku sebagai patung perhiasan kamarmu? apa artinya diriku bagimu kak? apa artinya aku bagimu kak? kalau kau tidak mencintaiku lantas mengapa kau menikahi aku? mengapa kak? mengapa?” Ujarku disela isak tangis yang tak bias kutahan. 

Tak ada reaksi apapun dari kak arfan menanggapi galaunya hatiku dalam tangis yang tersedu itu, yang Nampak adalah dia memperbaiki posisi duduknya dan melirik jam yang menempel didinding kamar kami, hingga akhirnya dia mendekatiku dan perlahan berujar padaku 

”Dek…jangan kau pernah bertanya pada kk tentang perasaan ini padamu, karena sesungguhnya kakak begitu sangat mencintaimu, tetapi tanyakanlah semua itu pada dirimu sendiri, apa saat ini telah ada cinta dihatimu untuk kakak?, kakak tahu, dan kakak yakin pasti suatu saat kau akan bertanya mengapa sikap kk selama ini begitu dingin padamu, sebelumnya kakak minta maaf bila semuanya baru kk kabarkan padamu malam ini, kau mau tanyakan apa maksud kakak sebenarnya dengan semua ini?" ujar kak arfan dengan agak sedikit gugup, 

“Iya tolong jelaskan pada saya kak, mengapa kak begitu tega melakukan ini pada saya? tolong jelaskan kak ?” Ujarku menimpali tuturnya kak Arfan.

“Hhhhhmmm, Dek kau tahu apa itu pelacur? dan apa pekerjaan seorang pelacur? afwan dek dalam pemahaman kakak, seorang pelacur itu adalah seorang wanita penghibur yang kerjanya melayani para lelaki hidung belang untuk mendapatkan materi tanpa peduli apakah dihatinya ada cinta untuk lelaki itu atau tidak, bahkan seorang pelacur terkadang harus meneteskan air mata mana kala dia harus melayani nafsu lelaki yang tidak dicintainya bahkan dia sendiri tidak merasakan kesenangan dari apa yang sedang terjadi saat itu, dank kk tidak ingin hal itu terjadi padamu dek,kau istriku dek, betapa bejatnya kakak ketika kakak harusmemaksamu melayani kakak dengan paksa saat malam pertama pernikahan kita sedangkan dihatimu tak ada cinta sama sekali buat kk, alangkah berdosanya kk bila pada saat melampiaskan birahi kk padamu malam itu sementara yang ada dalam benakmu bukanlah kk, tetapi ada lelaki lain. Kau tahu dek, sehari sebelum pernikahan kita digelar, kakak sempat datang kerumahmu untuk memenuhi undangan bapakmu, tapi begitu kakak berada didepan pintu pagar rumahmu, kaka melihat dengan mata kepala kakak sendiri kesedihanmu yang kau lammpiaskan pada kekasihmu boby, kau ungkapkan pada boby bahwa kau tidak mencintai kk, dan kau ungkapkan pada boby bahwa kau hanya akan mencintainya selamanya, saat itu kk merasa bahwa kk telah mermpas kebahagiaanmu dan kk yakin bahwa kau menerima pinangan kk itu karena terpaksa,kk juga mempelajari sikapmu saat dipelaminan, bahwa begitu sedihnya hatimu saat bersanding dipelaminan bersama kk, lantas haruskah kk egois dengan mengabaikan apa yang kau rasakan saat itu, sementara tanpa memperdulikan perasaanmu kk menunaikan kewajiban kk sebagai suamimu dimalam pertama semenatara kau sendiri akan mematung dengan deraian air mata karena terpaksa melayani kk? Kau istriku dek, skalilagi kauistriku, kau tahu..kk begtiu sangat mencintaimu dan kk akan menunaikan semua itu manakala dihatimu telah ada cinta untuk kk, agar kau tidak merasa diperkosa hak-hakmu, agar kau bias menikmati apa yg kita lakukan bersama, dan Alhamdulillah apabila hari ini kau telah mencintai kk, dan kk juga merasa bersyukur bila kau telah melupakan mantan kekasihmu itu, beberapa hari ini kk perhatikan kau juga telah menggunakan busana muslimah yg syari, pinta kk padamu dek, luruskan niatmu, kalau kemarin kau mengenakan busana itu untuk menyenangkan hati kk semata maka sekarang luruskan niatmu, niatkan semua itu untuk ALLAH TA’ALAA selanjutnya untuk kk"

Mendengar semua itu aku memeluk suamiku, aku merasa bahwah dia adalah lelaki terbaik yg pernah kujumpai selama hidupku, aku bahkan telah melupakan boby, aku merasa bahwa malam itu aku adalah wanita yg paling bahagia di dunia, sebab meskipun dalam keadaan sakit, untuk pertama kalinya kak arfan mendatangiku sebagai seorang suami, hari2 kami lalui dengan bahagia, kak arfan begitu sangat kharismatik, terkadang dia seperti seorang kk buatku, terkadang seperti orang tua, darinya aku banyak belajar banyak hal, perlahan aku mulai meluruskan niatku, dengan menggunakan busana yg syari semata2 karena Allah dan untuk menyenangkan hati suamiku, sebulan setelah malam itu, dalam rahimku telah tumbuh benih2 cinta kami berdua, Alhamdulillah, aku sangat bahagia bersuamikan dia, darinya aku belajar banyak ttg agama, aku menjadi mutarobbinya, hari demi hari kami lalui dengan kebahagiaan, ternyata dia mencintaiku lebih dari apa yang aku bayangkan dan dulu aku hamper saja melakukan tindakan bodoh dengan menolak pinangan dia. Aku fikir kebahagiaan itu akan berlangsung lama diantara kami, setelah lahir Abdurrahman, hasil cinta kami berdua, diakhir tahun 2008 kak arfan mengalami kecelakaan dan usianya tidak panjang, sebab ka arfan meninggal dunia sehari setelah kecelakaan tersebut, aku sangat kehilangannya, aku seperti kehilangan penopang hidupku, aku kehilangan keksaihku, aku kehilangan murobbiku, aku kehilangan suamiku Tidak pernah terbayangkan olehku bahwa kebahagiaan bersamanya begitu singkat, yang tidak pernah aku lupakan diakhir kehidupannya kak arfan, dia masih sempat menasehatkan sesuatu padaku 
“DEK.., PERTEMUAN DAN PERPISAHAN ITU ADALAH FITRAHNYA KEHIDUPAN, KALAU TERNYATA KITA BERPISAH BESOK ATAU LUSA, KAKA K MINTA PADAMU DEK.., JAGA ABDURRAHMAN DENGAN BAIK, JADIKAN DIA SEBAGAI MUJAHID YG SENANTIASA MEMBELA AGAMA, SENANTIASA MENJADI YG TERBAIK UNTUK UMMAT, DIDIK DIA DENGAN BAIK DEK, JANGAN SIA-SIAKAN DIA, SATU PERMINTAAN KK .., KALAU SUATU SAAT ADA SEORANG PRIA YG DATING MELAMARMU, MAKA PILIHLAH PRIA YG TIDAK HANYA MENCINTAIMU, TETAPI JUGA MAU MENERIMA KEHADIRAN ANAK KITA, DAN MAAFKAN KK DEK, BILA SELAMA BERSAMAMU, ADA YG KURANG YG TELAH KK PERBUAT UNTUKMU, SENANTIASALAH BERDOA.., KALAU KITA BERPISAH DIDUNIA INI..INSYA ALLAH KITA AKAN BERJUMPA KEMBALI DIAKHIRAT KELAK.., KALAU ALLAH MENTAKDIRKAN KK YANG PERGI LEBIH DAHULU MENINGGALKAN DIRIMU, INSYA ALLAH KAKAK AKAN SENANTIASA MENANTIMU..”
Demikianlah pesan terakhir kak arfan sebelum keesokan harinya kak arfan meninggalkan dunia ini, hatiku sangat sedih saat itu…, aku merasa sangat kehilangan tetapi aku berusaha mewujudkan harapan terakhirnya, mendidik dan menjaga Abdurrahman dengan baik… Selamat jalan kak arfan..aku akan selalu mengenangmu dalam setiap doa-doaku, amiin 
Wasalam NB : KIsah Nyata dari Akhwat di Gorontalo, Sulawesi Utara 
Semoga kita semua menjadi istri yang shalihah dan taat pada suami. Pertemuan itu memang fitrahnya kehidupan, begitupun perpisahan. Jangan sampai menyesal, setelah perpisahan itu datang. Karena perpisahan selalu berada tepat dibelakang kita, dan siap untuk maju mendahului kita.

Gambar diambil di sini

Saturday, March 8, 2014

Allah pun Melihat Proses Kita Berhijrah


Beberapa dekade ini, dunia selalu saja dihebohkan oleh banyaknya ajang audisi. Termasuk di Indonesia mulai dari menyanyi, miss world, menari, sampai audisi jadi pelawak pun ada. Tahap audisi yang diadakan dibeberapa kota ini memang udah bikin orang orang lupa diri. Pendaftarnya pun hampir mencapai 25 ribu. Banyak dari manusia zaman sekarang yang ingin sekali tampil dilayar kaca, terkadang saya pun bingung. Banyak diantara mereka bahkan ada yang sudah mengikuti audisi disuatu kota berpindah ke kota berikutnya. Yang bener bener memalukan adalah banyak banget di kalangan peserta audisi yang padahal sama sekali gak punya talenta tapi ngotot ikutan audisi di berbagai tempat.

Konser konser pun hampir tak pernah sepi dibanjiri penonton. Konser konser artis dunia papan atas selalu dihadiri penonton dalam jumlah yang 'amazing'. Mereka yang menonton pun tentunya dong, memberikan pengorbanan yang amat sangat besar. Mulai dari tidur di tempat antrian tiket, hujan hujanan untuk dapet tiket. Dan nanti didalam konser mereka belum tentu bisa melihat dengan jelas artis atau idola yang mereka idolakan.

Pertandingan sepak bola pun tidak ketinggalan memiliki jumlah penonton yang fantastis. Banyak orang berdesak desakan cuman buat duduk, teriak teriak. Belum lagi suporter yang saling adu mulut, dan akhirnya berakhir ricuh di lapangan, maupun diluar lapangan. Kayaknya kalo lagi gitu, yang gak enak yang jadi tukang bersih bersih lapangnya ya...

Disisi lain, tragisnya rumah rumah Allah ditinggal merana sendiri, ditinggalkan umat-umatnya yang mulai sibuk dengan masalah masalah dan kepentingan lain. Kehidupan Islami yang indah bersama Allah sudah tidak menarik lagi, sudah dianggap tidak menguntungkan, sudah dianggap membuang-buang waktu saja. Sepi dari pengunjung pengunjung yang memuji dan mengagungkan Allah. Padahal Allah sudah jelas berjanji jika kita membesarkan Dia dihati kita, Allah pasti akan membesarkan kita di bumi-Nya.

Di zaman yang sekarang ini, lebih banyak hati hati yang tergerak memasuki sebuah pusat perbelanjaan untuk hal yang tak jelas, dibandingkan masjid untuk shalat. Seruan Allah yang sangat indah pun diabaikan. Sama seperti perbincangan saya di waktu yang lalu, Allah sebenernya udah ngasih hidayah, contohnya dari seruan ini. "hayya 'alal falaah" (marilah menuju kemenangan). Namun, sepertinya tidak digubris oleh kita umatnya.

Percaya atau tidak, disadari atau tidak. *sebagai bukti: Lihatlah masjid ketika shalat ashar dan subuh* penghuninya ada dalam hitungan jari termasuk imam. Fenomena ini merupakan bibit tumbuh suburnya kesadaran umat yang sudah berada di level terendah. Umat yang sudah tergoda dengan dunia dan keengganan memenuhi panggilan Sang Pencipta.

Menurut saya, boleh memenuhi kebutuhan akan hiburan seperti menonton bola, dsb. Asalkan tak mengganggu ibadah kita kepada Allah, intinya tidak berlebih-lebihan. karena jika kecintaan kita pada hal tersebut sudah melebihi cinta kita pada Allah, berarti kita menduakan Allah.
Tak ada satu pun cinta di dunia ini yang mampu mematahkan hati manusia jika cinta manusia kepada Allah di atas segalanya. Sungguh, menduakan cinta Allah menjadikan cinta itu berhala.


إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُواْ إِلَى الصَّلاَةِ قَامُواْ كُسَالَى يُرَآؤُونَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُونَ اللّهَ إِلاَّ قَلِيلاً

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (hendak) menipu Allah, dan Allah membalas tipuan mereka. Bila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya' (pamer) di hadapan orang lain. Dan tidaklah mereka mengingat Allah (mengerjakan shalat) kecuali sedikit sekali." (QS an-Nisa' [04] : 142).

وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآناً أَعْجَمِيّاً لَّقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاء وَالَّذِينَ


Bila kita amati kejadian yang sekarang sedang berlangsung, sangat jelas sekali bahwa peradaban umat sekarang ini adalah peradaban yang berakar pada pesta-pora, permainan, lalai dari Allah dan kehidupan akhirat. Musik, mode, media, teknologi canggih, tren gaya hidup, kesemuanya itu merupakan tipu daya untuk menjadikan bumi ini lantai dansa secara global, dengan gemerlap gemerlap lampu disko maksiat.

Di manapun orang akan dipermudah dalam menikmati hal-hal yang non benefit. Misalnya, menikmati foto atau iklan wanita wanita cantik secara gratis. Belum lagi teknologi yang dewasa kini sangat mengedepankan sisi hiburan. Ada hand-phone seri tercanggih, yang disertakan fitur-fitur yang mempermudah penggunanya untuk mengakses hiburan, berpesta dan menyenangkan diri setiap saat.

Saya sendiri sama sekali nggak ngelarang atau kurang suka akan perkembangan teknologi, bahkan sebaliknya saya sangat mendukung kok. Hanya saja tolong, gunakan teknologi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, sarana berdakwah, sarana mengagungkan Allah, karena ciptaannya saja sudah dapat menciptakan hal yang hebat sehingga tak ayal kita tak akan pernah bisa mengetahui seberapa hebatnya Sang pencipta kita yang Agung.

َاذاً فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

"Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa fitnah (cobaan, bencana) atau siksa yang pedih." (QS an-Nuur [24] : 63).

Clear, dunia ini dikuasai orang-orang yang tengah diterpa  virus tipu daya dunia.

Sementara, Allah dan Rasul-Nya mengingatkan kita akan bahaya dunia. Percaya dengan hal ini dunia bukan bukanlah terminal atau stasiun akhir kita. Ini adalah rel kehidupan kita. Dan nyatanya, ini kehidupan di dunia bukanlah suatu "titik" namun merupakan suatu tanda "koma" dan akan berlanjut ke alam selanjutnya. Nafas tak berhenti disini bro!

Allah mengingatkan bahwa dunia ini dipenuhi ujian, yakni agar Dia mengetahui siapa di antara kita yang terbaik amalnya (QS al-Mulk [67] : 2).

Ketika di akhirat nanti, bagaimana?

Pada saat itulah dunia ini hanya kumpulan main-main, persaingan kekayaan, pamer perhiasan, tipu daya belaka. Tidak ada makna dan tujuan. Semakin dikejar serasa semakin tak sampai, semakin dimakan semakin terasa lapar.

Dari semua hal ini, hal terbaik yang harus kita lakukan adalah memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya, sebaik mungkin. Jika kita menjaga aturan-aturan Allah, maka kita akan mendapati-Nya berada "di depan kita", membimbing dan merintis jalan. Bila kita selalu "memperkenalkan diri" kepada Allah saat kita senang dan lapang, maka Dia pun akan mengenali kita pada saat terjepit dan kesusahan. Bagaimanapun juga, tidak ada perilaku yang menyalahi perintah Allah dan Rasul-Nya melainkan ancaman Allah segera datang.

Saya pun bukanlah orang yang baik, tapi saya berusaha menjadi baik. Saya pun bukan orang yang tak pernah berbuat salah dan dosa, tapi saya berusaha menyelipkan sebuah taubatan-taubatan kecil setiap hari. Saya bukan orang baik, maka dari itu saya ingin menjadi baik. Mari mulai sekarang kita berubah, berhijrah, dari prilaku yang sebelumnya Allah tak sukai ke prilaku yang Allah sukai, dari tempat yang sebelumnya Allah tak sukai ke tempat yang Allah sukai, dari pakaian yang Allah murkai ke pakaian yang Allah cintai. Berubahlah menjadi lebih baik, walaupun sambil merangkak, walaupun hanya sejengkal, walaupun hanya sebutir embun. Berubahlah secara perlahan bila belum mampu sekaligus. Semuanya butuh proses, mari berproses menjadi lebih baik setiap harinya. Dan rasakan Allah pun melihat proses kita berhijrah.

Dan mari teriakan dalam hati-hati kita
"Aku Cinta Engkau Ya Allah, Sungguh Cinta, dan Aku Rindu Pada Kekasihmu Rasulullah Muhammad SAW"

Wallahu a'lam bishshawab


(Terinspirasi dari kalian 'Keluarga Hypoglossus' yang berhijrah menjadi lebih baik)
Respi, 2014

Saturday, February 22, 2014

Think Positive: Maaf, Mang Tahu Bulat

Pasti kenal kan sama nasihat ini "Just say no to Negative Thinking, and just Think Positive" 

Hmmm..... kalo boleh dibilang super power, Ini bisa jadi salah satu super power yang selalu aku usahakan untuk aku miliki. Aku selalu berusaha menerapkan nasihat itu di kehidupanku sehari hari. Karena aku gak mau aja menuhin pikiranku sama pikiran-pikiran negatif terhadap orang lain, ya... gak mau ambil pusing cape-cape mikirin buruknya orang lain. Make it simple, just think positive.

Tapi sebagai manusia biasa dan kayaknya be positive bukanlah super power yang beneran aku punya, akhirnya aku kecolongan buat berpikiran negatif sama orang lain.

Karena ternyata berpikiran positif tak bisa semudah itu diterapkan pada setiap orang yang kita temui. contohnya nih, maaf ya.. misalnya liat pengemis yang masih muda dan terlihat sehat, terkadang terbesit aja pikiran negatif waktu kasih uang ke mereka, ataupun juga pengamen. Ada aja pikiran kaya gini  "masih muda, bukannya berkarya malah minta-minta." walaupun pikiran itu langsung ku buang jauh-jauh seketika pikiran itu muncul ke permukaan.

Tapi apa jadinya kalo negative thinking gara-gara ngikutin orang lain? *eh gimana nih maksudnya?

Gini nih, kemarin aku naik bus Purwokerto-Bandung dan seperti biasa saat bus berhenti di tempat istirahat ada penjual asongan yang masuk dan menjajakan dagangannya. Kebetulan juga nih, cacing diperutku belum dikasih makan sejak 7 jam yang lalu. hehe

"Mijon... mijon... akua...akua, yang haus yang haus, tahu bulat, tahu bulat. Tahu bulat lima rebu, dua."
"Mang, tahu bulat satu." pesan seorang ibu, 2 kursi dibelakangku.
"wah bu, tahu bulat mah lima ribu, dua."
"Ih, ari si amang biasa juga 2 dua ribu mang."
"punten, lima ribu dua bu. Dua ribu setengahan (Rp.2500)."
"Aih, amang... dua ribu bisa ya?" Si ibu terdengar masih ngotot.
"Punten pisan bu, lima ribu dua."
"Ya udah gak jadi we lah mang, biasa dua ribuan juga." Terdengar kesal, ibu itu sepertinya langsung mengembalikan bungkusan tahu bulat yang sudah diambilnya tadi.

Hmmm, ini dia tipikal emak-emak. Selisih lima ratus rupiah aja bisa sampe debat tingkat kabupaten, hehe... walaupun begitu, menurutku itu tipe ibu yang baik, jadi bisa irit uang bulanan. Tapi, masa gara-gara doktrin 'jadi ibu harus irit' aku merelakan perutku yang meronta-ronta ini dan seketika menjadi seorang ibu yang selalu aku bayangkan itu.
Tapiiiiiiii..... Tahu bulaaaat loooooh, tahuuu bulaaat... emmmmm kayaknya enak bangeeeet.
Ugh, gimana dooong? dilemaaaa niiih. Aku pengen banget beli tahu bulat.

Tiba-tiba setan membisikanku sesuatu. *Loh, kok jadi bawa-bawa setan sih, hahaha*

"Si ibu yang menolak itu ada benernya juga looh. Masa tahu bulat yang biasanya isi 4 dijual dua ribu rupiah, sekarang malah dijual dua ribu lima ratus, kan satu tahu bulat itu harganya lima ratus. Mentang-mentang udah tengah malem apa ya?" pikiran kotor mulai merambah otakku.

Jahat banget nih amang, kebiasaan deh kalo di bis malam pasti aja bodoh-bodohin penumpang, karena penumpang pasti gak ada pilihan lain selain terpaksa membeli barang dagangannya yang dinaikkan dari harga di luar. Air mineral aja bisa loh sampe dijual Rp. 4000-5000, padahal diluar Rp. 2500 Ugh!!!
Sembari menuggu amang tukang asongan melewati kursiku dan menawarkan jajanannya, akhirnya dengan secepat kilat aku berkata TIDAK.
Sabar ya perutku, *usap-usap perut*

Eh eh.... ternyata oh ternyata pemirsaaaah
Tukang asongan tersebut tua nan renta, kutaksir umurnya sekitar 70an, dan ketika tukang asongan itu beranjak keluar dari bis tanpa mendapatkan uang sepeser pun, kulihat tahu bulat bungkusan yang dijajakan itu berisi 5 buah, bukan 4 buah.

Malunya aku..... harus aku panggil dengan segera! Tapi apalah daya, semua terlambat. Kakinya telah menginjak aspal dingin di malam hari.
Perutku masih lapar
Amang tukang asongan belum bisa menjemput rezeki, ah bukan amang tukang asongan, tapi kakek tukang asongan yang tak kuberikan kesempatan untuk hanya sekedar menunjukkan barang dagangannya agar kubeli.

Seketika aku merenungi tindakan yang sudah aku lakukan barusan.
Sebuah pikiran buruk terhadap orang lain bisa merugikan, mungkin bagi sebagian orang uang lima ribu bukanlah apa-apa. Tapi bagi kakek tersebut, tahu bulat yang dibeli oleh penumpang merupakan rezekinya untuk makan hari esok. Dan aku, aku malah berpikiran buruk tanpa mau dulu melihat. Ini jadi sebuah pelajaran bagiku, agar jangan berpikiran buruk terhadap orang lain, waspada boleh. Tapi itu dia, ada baiknya kita cek terlebih dahulu jangan langsung negative thinking.

Hingga aku turun dari bus, wajah kakek tersebut masih terbayang. Bahkan hingga hari ini, masih kupikirkan. Semoga beliau selalu disehatkan, dagangannya laris, dan selalu dipermudah segala urusannya oleh Allah. Maaf kakek.

Negative thinkers are toxic! Gambar diambil dari sini

Karena gak sempet ambil gambar, kira-kira perawakan kakek tersebut macam ini lah. Gambar Diambl dari sini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...