Saturday, November 9, 2013

Kini Kau Punya Malaikat yang Baru

Assalamualaikum warrohmatullahi wabarokatu.

Semoga salamku tersebut bisa tersampaikan ke pulau sumatera sana. Rindu ini terus mengeruak, aku tahu hanya dengan handphone ataupun laptop yang kugunakan bisa menjadi obat rindu yang sedang ku derita ini. Tapi, semua sambungan hati sudah terputus. Mau kuhubungi kau beribu kali, tak akan merubah keadaan akan kesibukan dirimu yang serta merta masih sempat membuka facebook, dan bermain-main didalamnya.

Dulu kita selalu bercerita, dan membayangkan bagaimana jadinya bila kita terpisahkan jarak dan waktu. Aku tak pernah beranggapan bahwa kau dapat menemukan sesosok pengganti yang dengan 180 derajat merubahmu menjadi sosok yang sudah tak ku kenal lagi. Mungkin aku pernah salah, karena tak datang tepat waktu. Tapi sungguh, kedatangannku diwaktu November dahulu telah mengorbankan hal yang berharga hanya karena hati ini tak tenang mendengarmu kesakitan. Aku ingin kau selalu sehat, aku ingin kau jangan bandel, aku ingin kau memperhatikan kesehatanmu sebaik mungkin agar aku dapat tenang disini. Karena kenyataan bahwa kau sedang sakit itu teramat memberatkan untukku. Kumohon, jagalah kesehatanmu. Biar disini hanya bisa kuungkapkan semua rasa sayangku untukmu, karena sepertinya jika kuungkapkan kau bahkan tak lagi mau mendengarkan.

Pernah kau katakan, "Kelak, jika kau ingin menangis, menangislah kepadaku"
Tapi kini ketika ku mencarimu, kau tak kunjung tiba. Aku mungkin egois, atau mungkin sebenarnya tak tahu diri. Kaulah seorang yang sangat ku andalkan selama ini, dan kau satu-satunya seseorang yang teramat ku sayangi. Tapi sepertinya hanya aku yang merasakan itu, sehingga walau kugapaikan tanganku dalam permukaan ombak dan matamu tertuju pada tangan itu, kau enggan tuk meraihnya.

Kau tahu? saat kau sebutkan bahwa kau sudah memiliki malaikatmu yang baru? Rasanya semua kisah yang pernah kita lalui hilang dan sirna termakan zaman. Aku mungkin terlalu posesif, tapi kau yang membuatku begitu, kau yang telah membuatku percaya sepenuhnya, kau yang membuatku menjadi seorang yang tak bisa mandiri dan harus selalu bersandar padamu disaat ku menghadapi masalah. Dan kini, kau pergi...

Sungguh, aku rindu.

Tapi dibalik semua rasa rinduku ini, ada banyak doa dan pesan yang ingin kutuliskan untukmu. Aku ingin kau terus tumbuh menjadi pribadi yang selalu ceria, membawakan setiap benih kebahagiaan kepada tiap orang yang kau temui. Aku tahu sekali kau adalah sosok yang dirindukan banyak orang, termasuk diriku yang selalu rindu. Jagalah setiap semangatmu, tingkatkanlah semua kobaran semangatmu dalam menggapai semua mimpimu, mimpi untu hidupmu, mimpi untuk keluargamu, dan mimpi untuk kejayaan islam. Karena ku tahu kau begitu semangat memperjuangkan islam, hingga aku pun selalu termotivasi untuk selalu menyamakan irama semangat kita. Teruslah tumbuh menjadi sosok yang tegar menghadapi peliknya hidup, teruslah menggapai Ridho Allah. Dan kumohon, jangan sakit dan jangan bersedih. Karena kenyataan kau sakit dan bersedih selalu membuatku ingin segera datang dan memelukmu. Perlu kau ketahui, aku selalu sayang padamu, aku ingin selalu ada di belakangmu dan menangkapmu ketika kau terjatuh, dan perlu kau ketahui juga, rasa sayang ini tak pernah berkurang semenjak awal kita bertemu. Kau akan selalu menjadi malaikatku yang terus hadir disetiap doaku.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...