Sunday, October 27, 2013

Sabtu, 01 Oktober 1994

Sudah lebih 3 minggu sejak hari ulang tahunku yang ke 19, merasa sudah sangat tua sekali. Ini tahun terakhir masih bisa jadi teenager. Di tahun ini, aku gak posting apapun mengenai umurku gara-gara kuliah lagi riweuh-riweuhnya ujian, jadi gak sempet. Ini aja baru selesai blok endokrin dan metabolisme atau biasa kita sebut ENDMET yang berakhir dengan 2 minggu berturut-turut ujian karena harus remedial.
Hmmmm -_-... (Jangan disesali, ini kemauan ibumu nduuuk, insyaAllah berkah)

Hari ulang tahun kemarin ibu sama ayah gak ngasih hadiah apapun, katanya di pending dulu ya nak hadiahnya, mau beliin sesuatu buat adekmu. Sebenernya aku gak menuntut hadiah apapun kok, keberadaan kalian dirumah dengan keadaan sehat wal'afiat sudah menjadi kado terindah Tuhan untukku. Dihari itu ibu sms seperti ini:

" Sabtu itu jam sepuluh pagi, sembilan belas tahun yang lalu. Mamah sedang menyanyi bersama anak-anak di kelas, dan terhenti karena ada sesuatu yang dirasa mau keluar dari perut mamah. Yang selalu ditunggu-tunggu mamah dan papah selama ini. Kini, mamah urus sebesar kemampuan mamah, walau kadang yang diurus tidak puas, maafkan mamah. Kini kamu telah dewasa. Selamat Ulang Tahun, semoga tercapai cita-citamu nak, itu doa mamah dan papah. Kadonya nanti ya, ini mamah kirim pulsa dulu aja."Aku masih menangis sekarang ketika kuketik ulang sms ibu disini.

Ibu, sungguh aku bahagia dengan posisiku sekarang, aku merasa cukup, dan aku pun bahagia telah memilih jalan hidup seperti ini, kau tahu ini memang bukan cita-cita yang kuinginkan, ibu tahu bahwa aku ingin seperti adikmu, menjadi seorang arsitek. Sejak dulu setiap kita berkunjung ke kebun binatang Bandung, selalu tersirat impianku untuk menganyam pendidikan di gedung dekat kebun binatang tersebut. (apalagi kalau bukan itebe).
Tapi lewat ini aku utarakan, sungguh ini yang aku cita-citakan khusus untukmu, karena cita-citaku yang kupilih spesial untukmu ini selalu tersemat dalam do'a mu dengan indah. Aku ingin menjadi apa yang ibu inginkan, karena aku tahu Ridho Allah tersampaikan pada Ridho-mu.

Sebenarnya ingin aku sampaikan hal ini Ibu, banyak sekali saran darimu yang mendatangkan kebaikan dalam hidupku. Salah satunya ketika Ibu menyuruhku untuk daftar fk. Padahal ibu tahu, nilaiku ini bukan kriteria yang layak untuk masuk fk, tapi Allah memberikanku peluang untuk berjuang di jalan ini. Do'amu serta kebaikan Allah bersatu padu menjadikan hal yang kuanggap mustahil menjadi mungkin, dan banyak lagi beribu kemustahilan yang menjadi mungkin terjadi disini ibu. Sungguh do'amu serta Allah disisiku yang selalu ada disetiap aku merasa sedih dan bahagia menjadi satu-satunya obat dan pijakan langkahku di dunia.

Lewat sini, aku titipkan kangenku yang teramat dalam untukmu. Semoga ibu selalu ada dalam lindungan Allah SWT. Teteh sayang ibu.

3 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...