Wednesday, March 28, 2012

Maniani

Langit serasa ambruk hari ini, aku gak tahu apakah aku bisa pulang kerumah setelah berita yang aku tunggu-tunggu selama ini akhirnya datang juga. Bukan itu masalahnya, berita itu tak terasa baik di hatiku, dan kuyakin tak terasa baik pula untuk bunda dan ayahku. Berita tersebut datang melalui sepucuk surat yang kupikir akan membuat mulutku terangkat lebar, namun aku salah besar. Aku tidak diterima di sma terfavorit di kawasan kota tempat aku tinggal.
Tuhan inikah yang terbaik untukku? Membuat diriku dan kedua orang tuaku bersedih?Membuat ku ingin meninggalkan dunia ini dengan cara yang salah? Membuat ku tak mampu lagi mensyukuri hidup yang orang kata indah ini?
Aku rasa bukan.

Tapi mengapa kau berikan kutukan buruk ini kepadaku?
Bingung yang kurasa kali ini, apa tujuan dari rencana-Mu ini?

Dyandra               : “Maaf, ya tadi aku ketawa-ketawa kegirangan sementara kamu…”
Dyandra menepuk, nepuk punggung gue. Gue tahu maksud dari tingkahnya itu, dia ngerasa amat bersalah.
Aku                        : “It’s okay, (harusnya kamu tahu waktu aku bilang aku baik baik aja berarti aku benar-benar gak baik)
Aku                        : “Kayaknya aku mau buang air kecil deh, aku ke wc dulu ya?”
Dyandra               : “iya, aku juga kayaknya mau langsung pulang, mau kutunggu?”
Aku                        : “Nggak usah, cepat sampaikan berita bahagia itu ke bundamu.”
Dyandra               : (Aku tahu kamu bukan mau buang air kecil)

Aku tak tahu apa yang harus kuperbuat di sini, aku sama sekali tak mau buang air kecil ataupun buang air besar, air mataku pun sudah terkuras habis. Tak pernah kupikirkan aku akan terduduk lemas di sebuah kamar mandi sekolah, berpikir untuk mengakhiri napasku seperti sinetron-sinetron di televisi. Rok panjangku basah sudah sekarang, kubuka jilbabku dan menyiram kepalaku. Sebenarnya dingin yang kurasa, aku pun tak kuat akan rasa dingin. Bego nya diriku ini, harusnya aku tadi tidak duduk dilantai kamar mandi juga harusnya aku tidak menyiram kepalaku. Aku yakin sekali aku pasti akan masuk angin malam ini.

Ibu Leli                  : “Hey, kalian lihat Ryandra? Ibu cari kemana mana gak ketemu?”
Anak kelas 7           : “Gak lihat bu.”

Kayaknya itu suara ibu Leli deh, haruskah aku keluar? Basah kuyup seperti ini? Bisa disangka orang gila. Tapi.....

Aku                        : “Ibu, ada apa?”
Ibu Leli                  : “Kamu yang ada apa? Kenapa kamu basah kuyup?”
Aku                        : “ (jalankan otakmu ryan, apa alasanmu, jangan keluarkan alas an konyol) Aku jatuh bu di kamar mandi, barusan sekali.” (tuh kan, gue ngeluarin alas an konyol, memalukan.)

Ibu Leli                  : “lain kali hati hati dong, Ibu punya berita baik untuk kamu.”
……………….

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...